OLAHRAGA

Tidak Ada Patah Tulang, Dokter Persib Terus Observasi Bauman

SPOL | BANDUNG – Dokter tim Persib, Rafi Ghani masih terus melakukan observasi terhadap kondisi striker Persib, Jonathan Bauman. Pada pertandingan melawan Bhayangkara FC di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Sabtu (3/11/2018) sore kemarin, Bauman terpaksa ditarik keluar karena mengalami cedera pada bahunya setelah berbenturan dengan Jajang Mulyana.

Rafi menjelaskan, hal itu terjadi saat berbeturan dengan Jajang, Bauman jatuh dengan bahu kirinya yang menopang. Bauman pun merasakan nyeri setelah dislokasinya di reposisi. Dengan kondisi seperti itu Bauman pun ditarik keluar dan posisinya digantikan oleh Patrich Wanggai.

“Setelah kejadian itu, dia segera dibawa ke rumah sakit untuk dilakkan pemeriksaan lebih lanjut. Alhamdulillah dari hasil X-Ray, tidak ada patah tulang,” ujar Rafi saat dihubungi SWARAPUBLIK.com, Minggu (4/11/2018).

Meski hasil X-Ray memperlihatkan tidak ada patah tulang, akan tetapi Rafi mengatakan jika pihaknya masih memerlukan observasi terhadap kondisi Bauman untuk mengetahui jaringan sekitar bahunya.

“Saat ini masih dalam fase akut. Setelah nyeri dan fase akutnya berangsur berkurang akan dilakukan lagi pemeriksaan,” bebernya.

Mengingat kondisinya saat ini masih dalam pantauan, Rafi pun belum bisa memastikan apakan Bauman sendiri sudah bisa memperkuat persib dipertandingan berikutnya melawan PSMS Medan yang akan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (9/11/2018).

“Belum bisa dipastikan, karena akan dilakukan pemeriksaan lagi setelah nyeri dan fase akutnya berangsur berkurang,” tegasnya.

Sementara itu saat ditanya mengenai kondisi Ghozali Siregar yang juga mengalami cedera dipertandingan yang sama, Rafi mengatakan kondisi pemain bernomor punggung 77 itu dalam kondisi baik-baik saja.

“Ghozali, insya Allah sampai saat ini tidak apa-apa. Kemarin itu karena setelah loncat dia merasakan kebas pada kedua kaki bagian belakangnya,” pungkasnya. (Ely)

SWARAPUBLIK | PERSIB

Related Articles

Close
Close