OLAHRAGA

Hadapi PSMS Medan, Persib Tanpa Bauman

SPOL | BANDUNG – Menghadapi PSMS Medan pada laga dipekan ke-30 Liga 1 2018, Persib Bandung dipastikan tidak akan bisa diperkuat salah satu striker andalannya, Jonathan Bauman karena masih dibekap cedera.

Bauman mengalami cedera pada bahu kirinya pada saat lawan Bhayangkara FC berbenturan dengan Jajang Mulyana, saat terjatuh dia mendorong dengan ditopang oleh bahunya sehingga terjadi dislokasi.

Dikatakan dokter tim Persib, Rafi Ghani saat ini kondisinya sudah tidak masalah hanya saja pihaknya masih harus memastikan tidak ada masalah lain dengan bahu kirinya.

“Kondisinya akan kita periksakan lagi untuk memastikan kondisi terakhirnya,” kata Rafi di Stadion Si Jalak Harupat, Kab.Bandung, Selasa (6/11/2018).

Rafi mengatakan dirinya tidak bisa memprediksi berapa lama penyembuhan yang dijalani oleh Bauman. Karena harus melihat hasil pemeriksaannya terlebih dulu.

“Saya enggak bisa memvonis, karena tetap harus melalui pemeriksaan. Nanti kita lihat lagi hasilnya. Setelah itu baru bisa kita katakan dia sudah bisa main atau tidak. Tapi untuk lawan PSMS, Bauman dipastikan tidak bisa tampil,” ungkapnya.

terlepas dari itu, pada kesempatan itu Rafi pun menyampaikan perkembangan kondisi pemain yang mengalami cedera saat ini masih dalam pengawasannya.

Dikatakannya, untuk kondisi Ghozali Siregar saat ini sudah tidak ada masalah bahkan pemain bernomor punggung 77 itu pun sudah menjalani latihan bersama skuat Maung Bandung.

“Untuk Ghozali sudah tidak ada masalah. Begitu juga dengan M.Natshir atau Deden, sebelumnya dia memang ada benturan sama Ilija Spasojevic saat lawan Bali United sehingga mengalami memar di bagian perut kiri. Tapi sekarang kondisinya sudah baik dan tidak ada masalah,” bebernya.

Untuk kondisi Dedi Kusnandar sendiri, tambah Rafi, saat ini masih diistirahatkan dibagian kakinya. Untuk penyembuhan sendiri,pemain yang akrab disapa Dado itu sedang menjalani terapi dan diberikan obat.

“Untuk penyembuhan frakturnya kita harus menunggu pembentukan kalus. Nanti dibantu sama obat-obatan,” tegasnya.

Rafi tak menyangkal jika cedera yang dialami Dado tidak jauh berbeda dengan yang dialami Kim Jefrey Kurniawan. Hanya saja, dalam masa penyebumbuhannya Kim mengalami kendala sehingga penyembuhan berlangsung lebih lama.

“Cederanya sama Kim hampir sama. Tapi dalam proses penyembuhan ada kendala lain yang dialami Kimt erkait pertumbuhan tulang, jadinya membutuhkan waktu lebih lama. Itu terjadi karena pada saat itu Kim melakukan PRP (Platelet Rich Plasma) yang disuntikan ke tempat yang cederanya agar mempercepat proses pertumbuhan. Tapi setelah itu ada efek sampingnya dan butuh waktu lagi. Tapi kalau untuk Dado, mudah-mudahan bisa lebih cepat,” pungkasnya. (Ely)

SWARAPUBLIK | PERSIB

Related Articles

Close
Close