SYARIAH

Bambang Brodjonegoro Sudah Lama Aktif dalam Keuangan Syariah

Bambang juga sempat menduduki jabatan strategis di Islamic Development Bank.

SPOL, JAKARTA — Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro dinobatkan sebagai tokoh syariah dalam Anugerah Syariah Republika (ASR) 2018 bersama sejumlah tokoh lainnya. Bambang sudah sejak lama aktif dalam dunia keuangan syariah.

Ia kini menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Bambang ditunjuk Presiden Joko Widodo untuk mengemban tugas tersebut pada 27 Juli 2016. Sebelumnya, Bambang menjabat Menteri Keuangan RI sejak 2014 hingga 2016 dalam Kabinet Kerja.

Bambang juga pernah memiliki jabatan dalam pemerintahan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dia menduduki jabatan Wakil Menteri Keuangan sejak 2013 hingga 2014. 

Bambang dikenal sebagai salah satu ekonom ternama di Indonesia. Dia meraih gelar sarjana ekonomi dari Universitas Indonesia pada 1990. Kemudian, ia meraih gelar master (tahun 1995) dan PhD (1997) di bidang Perencanaan Perkotaan dan Kawasan dari Universitas Illinois, Amerika Serikat. Bidang keahlian Bambang meliputi ekonomi kawasan, desentralisasi fiskal, ekonomi pembangunan, serta ekonomi perkotaan dan transportasi. 

Bambang merupakan putra mantan Menteri Pertambangan dan Mendikbud di era Orde Baru Soemantri Brodjonegoro. Sejalan dengan ayahnya yang pernah menjabat Rektor Universitas Indonesia (UI), Bambang juga aktif di bidang akademik. Saat ini, Bambang merupakan guru besar bidang ekonomi di kampus yang dikenal dengan jaket kuning tersebut.  

Dengan segudang pengalaman di bidang akademik, Bambang juga sempat menduduki jabatan strategis di lembaga internasional yakni Islamic Development Bank. Dia menjabat Direktur Jenderal Islamic Research and Training Institute (IRTI) di IDB pada 2009 hingga 2011. 

Sejak saat itu pula, Bambang kerap menjadi tokoh penting dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Saat ini Bambang merupakan Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam dan Sekretaris Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). 

 



Sumber: Republika

Related Articles

Close
Close