POILITIK

Jadi Kunci, CVR Lion Air PK-LQP Terus Dicari

SPOL. Tak cukup dari data Flight Data Recorder (FDR) guna mengetahui sebab jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pun membutuhkan Cockpit Voice Recorder (CVR).

“CVR ini sangat critical dalam kecelakaan Lion JT 610,” kata Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, saat ditemui di Posko Basarnas kawasan dermaga milik PT Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (9/11).

Dari CVR, lanjut Soerjanto, KNKT bisa memperoleh informasi tentang kecelakaan pesawat akibat faktor manusianya (human factor), baik itu masalah training, dan masalah ergonomi. Ergonomi adalah ilmu tentang hubungan antara manusia dengan mesin yang digunakan, dan lingkungan kerja.

“Karena hal ini sangat berkaitan dengan human factor,” tandas Soerjanto.

Demi mendapatkan CVR sesegera mungkin, pihaknya pun mendatangkan dua buah ping locater tercanggih di dunia dari Amerika Serikat. Meski demikian, ditekankannya sesuai dengan dana yang dimiliki, KNKT hanya mampu melakukan proses pencarian hingga satu sampai dua bulan ke depan.

“Tapi kita belum tentukan batas waktu. Artinya disini kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menemukan CVR,” pungkasnya. [jto]

Sumber: RAKYAT MERDEKA

Related Articles

Close
Close