OLAHRAGA

Persib Dikalahkan PSMS, Gomez Kecewa Berat Pada Wasit

SPOL | BALI – Persib Bandung masih tertahan di posisi kedua di papan klasemen sementara Liga 1 2018, setelah dikalahkan PSMS Medan. Pada laga kandang Persib yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (9/11/2018) sore, Persib berhasil ditundukkan PSMS dengan skor tipis 1-0.

Tiga poin tambahan yang diraih tim berjuluk Ayam Kinantan itu mampu mengangkat peringkat PSMS yang tadinya sebagai juru kunci (posisi 18) naik ke peringkat 15 dengan jumlah poin 30. Sedangkan Persib masih tertahan di posisi kedua dengan jumlah 49 poin.

Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez tak mempermasalahkan kekalahan yang dialami timnya jika kekalahan itu murni karena kesalahan pasukannya. Akan tetapi, Gomez menilai kekalahan yang dialami pasukannya kali ini tidak lepas dari kinerja wasit yang dinilainya sudah merugikan Persib.

“Sangat sulit untuk bermain seperti ini, bagi saya Persib harus bermain di liga lain. Main di negara lain, kita enggak bisa main disini. Kita tidak bisa main dengan wasit seperti ini. Sangat sulit bermain dengan keadaan ini. Saya tidak pernah melihat kondisi kaya gini, seumur hidup saya,” ujar Gomez usai pertandingan, Jumat malam.

Salah satu indikasi wasit tidak memimpin pertandingan dengan baik yaitu saat pemain PSMS, Felipe Martins mencetak gol. Setelah terjadi gol seharusnya pertandingan berhenti dulu, menunggu keputusan wasit tapi tidak ada.

“Pertandingan ini sulit karena ada peraturan lain, tapi ok hanya itu yang bisa saya katakan. Pemain saya tidak bisa tenang bermain karena apa-apa foul, apa apa offside, banyak foul dari asisten wasit,” beber Gomez.

“Ok tidak apa-apa kalau kita kalah dengan cara normal, karena salah kita. Seperti saat kita kalah dari Bhayangkara FC, Mitra Kukar atau Madura United, tapi tidak seperti ini,” tambah Gomez.

Gomez menegaskan dirinya berani menyampaikan keluhannya tentang pengadil dilapangan bukan hanya untuk masa depan Persib saja, tapi juga untuk sepakbola Indonesia di masa depan. Disebutkannya selama 11 bulan timnya bekerja sangat keras untuk mencoba menjadi juara. Setelah kita kehilangan banyak pemain karena ulah seseorang itu mengubah situasi timnya yang kini menurun.

“Bukan hanya jika kita kalah atau draw, tapi tidak ada ada yang berbicara soal ini (wasit). Mungkin hanya saya yang bicara atau Supardi tapi kalian tidak ada yang menjelaskan soal ini. Semua hanya memberikan Persib kalah 1-0 tapi tidak ada yang menyinggung masalah ini. Cuma bilang Mario Gomez bilang ini, Supardi bilang ini, tapi lainnya tidak ada. Karena tidak ada yang bakal berubah,” pungkasnya. (Ely)

SWARAPUBLIK | berita Jawa Barat

Related Articles

Close
Close