BANDUNG RAYA

Sosiolog Bandung: Wanita Juga Mampu Berpolitik Lho!

SPOL | BANDUNG – Saat ini caleg wanita masih dipandang sebelah mata di masyarakat. Bahkan, tidak jarang keberadaan mereka dianggap sebagai pelengkap hiasan semata. Atau sebagai penggugur kewajiban pemenuhan kuota 30 persen di parlemen.

Sosiolog Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Elly Malihah mengatakan, partai politik (parpol) ketika akan mendorong perempuan ke ranah publik, termasuk juga keterwakilan perempuan ke legislatif harus disertai dengan konsep yang jelas.

“Tidak bisa hanya sekedar mendorong perempuan tanpa mengarahkan perempuan itu harus apa. Jadi, lembaga-lembaga seperti legislatif, yudikatif, maupun lembaga-lembaga lain,” papar Elly kepada SWARAPUBLIK, Jumat (9/11/2018).

Ia menerangkan, parpol ketika merekrut perempuan harus ada indikator perempuan seperti apa yang layak dijadikan perwakilan untuk legislatif dan layak dipilih. Tidak sekedar menggugurkan kewajiban, keterwakilan perempuan sekian di lembaga-lembaga parpol.

“Juga harus memberikan pembelajaran bahwa perempuan-perempuan yang diusung parpol itu memang perempuan terpilih yang memang mempunyai kualitas dan mempunyai kapasitas untuk itu,” tuturnya.

Selanjutnya, pemilih juga harus tahu siapapun laki-laki maupun perempuan layak menjadi anggota legislatif maupun eksekutif, mana kala ia memiliki kompetisi. Sehingga, para pemilih tidak negatif thinking kepada perempuan kalau memang perempuan pantas dipilih bukan hanya sekedar perempuan.

“Sehingga bukan hiasan, kalau perempuan yang diusung parpol memang berkualitas memiliki kapasitas maka siapapun itu baik laki-laki maupun perempuan tidak akan sungkan memilih dia,” tegasnya.

Elly mengungkapkan yang terjadi selama ini konstruksi di masyarakat laki-laki lebih hebat dari perempuan, terutama untuk dunia politik . Padahal tidak ada aturan manapun di dunia ini, penelitian manapun di dunia ini yang mengatakan laki-laki lebih hebat dari pada perempuan.

Sehingga hal yang perlu diperhatikan parpol ketika akan memajukan caleg wanita adalah dengan tidak hanya menjadikan wanita sekedar hiasan semata. Namun pilih perempuan yang mempunyai kapasitas untuk bisa membangun negara. (Mil)

SWARAPUBLIK | BANDUNG RAYA

Related Articles

Close
Close