JAWA BARAT

Ahli Waris Bersama Lipan Amankan Lahan Ratusan Hektar di Desa Jelekong

SPOL.Bandung,- Lahan seluas 156 Hektar di Desa Jelekong Kabupaten Bandung akhirnya diamankan oleh para ahli waris satu diantaranya adalah Edi Sanusi.

Selain para ahli waris pengamanan lahan pada jumat (28/12) itu juga di hadiri oleh ketua umum Lembaga Investigasi dan Pengawasan Aset Negara Republik Indonesia (Lipan RI) Harun S Prayitno beserta Ketua Lipan Jabar Toto Sunarto.

“kedatangan kami ke Desa Jelekong adalah untuk menindaklanjut dari masyarakat” ujar Harun kepada wartawan di lokasi lahan sengketa. Jumat (28/12)

Ada indikasi, sambungnya, jika di kelurahan jelekong dan Mangahan ini ada sebagian lahan milik Edi Sanusi dan para ahli waris yang dimanfaatkan oleh pihak lain dan sekiranya sudah ada indikasi menjadi sertifikat hak milik.sehingga saat ini Lipan mengamankan lahan yang kosong terlebih dahulu.

“Namun di lahan milik Edi Sanusi dan ahli waris ada sebagian yang menjadi hak milik atas nama orang lain, maka ke depannya kita akan coba usut atau dengan cara mediasi, atau juga melalui jalur hukum,”

Harun menegaskan bahwa Lipan akan terus melakukan investigasi sampai ahli waris benar-benar menguasai fisik maupun yuridis secara formal.

“kita sekarang melakukan pematokan sebagian lahan yang benar-benar kosong dan sudah ada data yuridis sebanyak 55 dokumen,” terang harun.

Meski demikian, harun mengaku bahwa pihaknya tetap mengutamakan jalur diplomasi dan melakukan mediasi karena Lipan memang lembaga mediasi. “Kita juga akan terus mencari jalan tengah yang terbaik” pungkasnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Ketua Lipan jabar Toto Sunarto mengatakan, pihaknya melakukan investigasi ke Desa Jelekong dan melakukan pemasangan patok. Hal ini dikarenakan semua berkas milik Edi Sanusi dan para ahli waris legal standingnya aman dan bersih.

“Kami sudah cek dan melakukan koordinasi dengan Kepala Desa, selain itu kami sudah sounding dengan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bandung,” terangnya.

Toto menambahkan, dalam kasus ini pihaknya memiliki 75 Legal Standing yang terdiri dari para ahli waris, dan sudah dikuasakan kepada PT Sumber Bumi Pajajaran yang berkedudukan di kota Bandung.

Adapun latar belakang dari kasus ini, Toto Sunarto mengungkapkan, kasus ini bermula adanya penyerobotan sebagian lahan milik Edi Sanusi dan para ahli waris sebesar 18 persen, “Oleh karena itu kami melakukan investigasi,” ujarnya,

Dari hasil infestigasi, ternyata legal standing yang ada di lokasi ini diduduki beberapa perumahan yang tidak melaksanakan apa yang dilakukan BPN, dan warkah tersebut setelah di cek ke lokasi ternyata perumahan ini tidak meminta kepada desa, melainkan SPH atau hak pakai.

“total lahan milik Edi Sanusi dan para ahli waris di Desa Jelekong dari semua AJB kurang lebih 156 hekta. Investigasi ini sudah kami lanjutkan kepada Presiden RI untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Masih dalam kesempatan yang sama, Edi Sanusi mewakili para ahli waris berharap kasus yang menimpanya bisa selesai dengan tuntas di tahun 2019, “Saya selama lima tahun telah melakukan semua langkah hukum namun semuanya mandek, mulai dari Polda, Kejati semuanya tidak berjalan dengan baik,” ungkapnya

Ditahun 2019 ini dirinya beserta ahli waris lainnnya berharap dapat segera menikmati tanah di Desa Jelekong, karena sudah sekian lama kasus ini terbengkalai.

“Para ahli waris tidak dapat menikmati tanah disini karena tanahnya ada yang menduduki” pungkasnya. (Denny)

Related Articles

Close
Close