POILITIK

Di Kairo, Menlu AS Kritiik Kebijakan Timur Tengah Era Obama

SPOL. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo menuduh Barack Obama menabur kekacauan dengan meninggalkan Timur Tengah kepada militan dan pengaruh Iran semasa menjabat.

Kritik itu disampaikan Pompeo dalam pidatonya di Universitas Amerika di Kairo pada Kamis (10/1)

Pompeo menekankan bahwa Amerika Serikat hadir di Timur Tengah sebagai kekuatan untuk kebaikan. Namun dia menilai bahwa Obama justru memandang Amerika Serikat sebagai kekuatan yang membuat Timur Tengah “sakit”.

Beberapa mantan pejabat dan analis AS menuduh diplomat top Amerika salah membaca sejarah dan menyamarkan keinginan Trump untuk mengurangi komitmen Amerika Serikat di wilayah tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Pompeo juga menuduh Obama meremehkan keuletan dan kekejaman Islamisme radikal, karena gagal untuk secara memadai mendukung protes massa “Gerakan Hijau” tahun 2009 terhadap pemilihan yang disengketakan di Iran. Dia juga menyalahkan Obama karena tidak membom Suriah sebagai pembalasan atas pembalasan atas penggunaan senjata kimia oleh pasukan pemerintah dalam perang sipilnya.

“Apa yang kita pelajari dari semua ini? Kami belajar bahwa ketika Amerika mundur, kekacauan sering terjadi. Ketika kita mengabaikan teman-teman kita, kemarahan muncul. Dan ketika kami bermitra dengan musuh-musuh kami, mereka maju,” kata Pompeo, seperti dimuat Reuters.

Pompeo tidak menyebut Obama dengan nama tetapi memanggilnya dengan istilahh “orang Amerika lain” yang telah memberikan pidato di ibu kota negara terpadat di dunia Arab itu.

Kantor Obama menolak berkomentar atas pidato tersebut. [mel]

Sumber: RAKYAT MERDEKA

Related Articles

Close
Close