POILITIK

Indonesia Butuh Pemimpin Dengan Solusi, Bukan Yang Hanya

SPOL. Pernyataan calon wapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin yang menyamakan pembuat hoax dengan Dajal dianggap terlalu kasar.

Ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu pun diimbau untuk segera bertaubat.

Menurut Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) Syafti Hidayat, jika ingin mengetahui watak watak asli seorang manusia maka berikanlah dia segenggam kekuasaan.

“Watak kasar, suka menuding sana sini, watak haus kekuasaan, itu akan terlihat jelas dan terang benderang jika seseorang diberi segenggam kekuasaan. Satu telunjuk menuding orang lain tapi empat jari menunjuk diri sendiri,” jelasnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik SPOL, Sabtu (12/1).

Pria yang akrab disapa Uchok itu menjelaskan, bangsa Indonesia saat ini butuh pemimpin yang mampu memberi solusi, bukan yang hanya bisa menuding dan menyalahkan orang lain. Sebab, Indonesia masih dalam lingkaran kesulitan ekonomi dan minimnya lapangan kerja.

Dia menduga, apa yang disampaikan Kiai Ma’ruf hanyalah playing victim atau memosisikan diri sebagai korban dari hoax yang selama ini beredar. Pada kenyataannya, tindakan semacam itu justru akan membuat tingkat elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin menjadi tergerus.

Demi mengerem tergerusnya elektabilitas, Uchok yang juga mantan relawan Jokowi meminta Kiaib Ma’ruf segera bertaubat dan tidak lagi mengeluarkan pernyataan yang berpotensi menimbulkan polemik.

“Orang tua yang berkata kasar dan penuh kebencian sebaiknya kita doakan agar ia segera bertaubat. Jika engkau bertemu dengan orang yang berjiwa besar, pertimbangkan dirimu untuk menjadi seperti dia. Jika engkau bertemu dengan orang yang berjiwa kerdil maka kasihanilah ia. Dan bersyukurlah kepada Tuhan bahwa engkau tidak dijadikan orang seperti dia,” paparnya. [wah]

Sumber: RAKYAT MERDEKA

Related Articles

Close
Close