HUKUM

Kawal Kasus Pemukulan Advokat, Puluhan Pengacara Datangi Mapolsek Sumur Bandung

BANDUNG, SPOL – Sebanyak 50 pengacara anggota Peradi Bale Bandung melaporkan kasus pemukulan terhadap salah seorang anggotanya ke Polsek Sumur Bandung. Pelaporan tersebut dilakukan sebagai buntut pemukulan terhadap seorang advokat oleh seorang oknum yang diduga manajer di salah satu perusahaan jasa keuangan. Mereka berharap pihak kepolisian bisa mengusut tuntas perkara tersebut secara profesional.

“Kedatangan kami ke Polsek Sumur Bandung adalah untuk melaporkan sekaligus mengawal penanganan kasus dugaan penganiaan angota kami dari Peradi Bale Bandung,” ungkap Wakil Ketua Peradi Bale Bandung, Budi Gunawan kepada para wartawan, di Mapolsek Sumur Bandung Jl. Kebon Sirih 39 Kota Bandung, (Senin, 23 Desember 2019).

Menurut dia, hal ini adalah sebagai bentuk nyata perlindungan terhadap anggota peradai Bale Bandung yang mendapat perlakuan kekerassan, saat melaksanakan tugasnya. Ia menjelaskan, kejadian pemukulan terjadi pada Jumat, (20 Desember 2019) pekan lalu ketika salah seorang advokat akan memediasi kasus pemukulan terhadap kliennya, oleh oknum di perusahaan Indo surya Finance.

“Anggota kami mendapat perlakukan penganiayaan berupa pemukulan saat tengah melakukan pendampingan bersama kliennya di kantor Indo Surya Finance Jl. Asia Afrika Bandung,” papar dia.

Untuk itu, pihaknya berharap masalah ini dapat dintindak secara hukum dengan tegas dan dirinya bersama anggota peradi lainnya, termasuk dari Ikadin Kab Bandung dan Posbakum, akan mengawal penangnan kasus ini sampai tuntas.

Sementara itu, Ketua DPC Posbakum Ikadin Kab. Bandung, Rizky Rizgantara, SH yang juga hadir di Mapolsek Sumur Bandung menegaskan, kejadian ini menjadi preseden buruk bagi profesi advokat. Ia pun mendesak pihk kepolisian dapat menuntaskan kasus tersebut, untuk menjaga harkat dan martabat profesi advokat di Indonesia.

“Maka dari itu kami akan tersebut melawan untuk mejaga harkat dan martabat profesi kami sehingga ke depannya tidak ada lagi terjadi seorang advokat yang mendapat penganiaayan saat menjalankan profesinya,” pungkas dia.***

Related Articles

Close