HUKUM

Didakwa Pasal Berlapis, Luke Terancam 7 Tahun Bui

BANDUNG, SPOL – Terdakwa Rachmat Surya Puluhulawa alias Luke menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Khusus Bandung, Jalan REMartadinata, Kamis (2/1/2020). Ia didakwa oleh tiga pasal sekaligus, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara atas dugaan menyuruh dan memasukan keterangan palsu di akta otentik.

Berkas dakwaan dibacakan secara bergiliran oleh tim JPU Kejari Bandung Lucky Afgani dan Melur Kimaharandika. Melur menyebutkan,terdakwa telah melakukan perbuatan menyuruh memasukan keterangan palsu ke aktaotentik (akta waris).

”Padahal terdakwa mengetahui kalau keterangan yang ditulisnya dalam akta ahli waris itu tidak benar,” katanya.

Perbuatan terdakwa beraawal pada Mei 2010 saat menyuruh ketua RT 02/02 Kelurahan Cidadap untuk memasukan dirinya ke daftar ahli waris setelah ayahnya Willy Suganda meninggal. Padahal sebenarnya, masih ada tiga ahli waris lainnya dari keturunan almarhum HWilly Suganda.

Setelah seluruh persyaratan selesai dan telah ditandatangani Camat Cidadap, ternyata keterangan yang dimasukan terdakwa tidak benar. Sebab, masih ada tiga orang ahli waris lainnya, yakni Dian Novina (istri),  Muhammad Amir Zafran Suganda, serta  Ayesha Zahira Ramadhani Suganda sebagaimana keputusan dari PA Bandung Bandung nomor 189/PdtP/2012IPA Bdg tanggal 12 April2012.

Adapun maksud terdakwa memalsukan surat ahli waris itu tidaklain untuk memiliki semua harta peninggalan ayahnya, berupa lima sertifikat hak milik atas tanah yang terletak di Desa Mekarwangi, Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat.

Dengan adanya surat yang dipalsukan tersebut, maka terbitlah surat keterangan ahli waris dari kecamatan Cidadap yang isinya sesuai dengan permohonan terdakwa. Kemudian 5 sertifikat tersebut dibaliknamakan atas nama terdakwa, dan akibatnya saksi Novina dan dua anaknya merasa dirugikan.

Akibat perbuatannya terdakwa dijerat pasal 266 ayat (1)KUHPidana sebagaimana dakwaan kesatu, atau pasal 266 ayat (2) sebagaimanadakwaan kedua, atau pasal 263 ayat (1) KUHPidana sebagaimana dakwaan ketiga.

Sidang yang dipimpin Edison Muhammad pun ditunda pekan depandengan agenda eksepsi atau tanggapan terdakwa dan kuasa hukumnya atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bandung.

Related Articles

Close