PEMERINTAHAN

Ini Catatan Kaum Milenial Dalam 100 Hari Kerja Pemerintahan Jokowi-Amin

SPOL.Bandung,- Capaian kerja pemerintahan Jokowi – amin dikritisi dalam sebuah diskusi hasil kolaborasi antara
GmnI Telkom University, Second House, dan BEM FEB Telkom University.

Hadir dalam diskusi tersebut sejumlah narasumber seperti ditya adjie kusuma selaku Wakabid Ekonomi KNPI Kota Bandung, Rizki Setiawan selaku Ketua Forum Mahasiswa Ekonomi Swasta Bandung Raya dan Gubernur BEM FEB Telkom University, Hazeli Arwa.

Dalam paparannya, Rizki Setiawan mengatakan saat ini pemerintah tengah berkonstrasi terhadap pembangunan suprastruk. Namun, ujarnya, pemerintah jangan sampai menyediakan kebijakan yang belum diterima. Hal, ini tegas dia seperti diungkapkan oleh Bung Karno yang mengatakan membangun sebuah bangsa bukan hanya perihal ekonomi saja, akan tetapi lebih dari itu adalah membangun jiwa bangsa.

“Indonesia butuh penyadaran , pemikiran rasional , jangan sampai aspektabilitas sosialkultural menjadi sosialkultural yang dogmatis dan tenggalam dalam sentimen” ujarnya disela-sela diskusi tantangan dan
capaian pemerintahan jokowi-amin dalam 100 hari kerjadi warung kopdar 26 Bandung. Rabu (29/01/2020)

Menurutnya, hal tersebut akan mengakibatkan pemerosotan potensi ekonomi yang ada di indonesia dari berbagai sektor. “Penyaluran APBN lebih efektif guna menjadi stimulus dalam pertumbuhan PDB dalam sektor industrialisasi domestik.”pungkasnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, menurut Wakabid Ekonomi KNPI Bandung, Ditya Adjie Kusuma mengatakan bahwa dalam 100 hari kerja, stabilitas ekonomi harus lebih detail untuk support bidang lain, terutama bidang ekonomi ,harapannya untuk menambah pendapatan negara. Lebih kreatif mencari jalan lain,mendorong kebijakan ekonomi digital, lebih dijelaskan grand design utk umkm, ekonomi kerakyatan dan pembangunan sdm.

“Ketika membangun suatu negara menghadapi bonus demografi jangan melulu nunggu informasi tapi hari ini pemuda harus bisa menjemput bola, sehingga ketika tidak cepat2 mengetahui potensi diri kita agar tidak cepat tertinggal” ujarnya.

Hal senadapun diungkapkan oleh Ketua BEM FEB Telkom University Hazeli Arwa yang berpendapat jika sampai hari ini belum ada gebrakan yang kuat. Akibatnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah tidak terbangun.

“saya harap pemerintah bisa bekerja lebih keras lagi mengatur segi hukum dan perekonomian agar menjawab semua jebakan di middle income trap” pungkasnya. (Dens)

Close