Uncategorized

Jabar, Siap jadi Poros Animator Dunia

Bandung, SPOL – Lewat film animasi ‘Riki Rhino’ Jawa Barat siap menjajaki bisnis film animasi, harapannya tidak hanya sekedar pengekor tetapi menjadi kiblat animator-animator dunia.

Riki Rhino adalah film animasi dari rumah produksi Batavia Picture. Tokoh di film tersebut adalah hewan-hewan endemik Indonesia salah satunya Elang Jawa hewan endemik Gunung Ciremei Jawa Barat.

Lebih spesialnya lagi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) ikut terlibat di film animasi besutan batavia picture, dia menjadi pengisi suara dari karakter Grada, burung elang jawa hewan endemik Gunung Ciremei.

“Ketika ditawari untuk mengisi suara bagi karakter atau tokoh Elang Jawa dan membaca skripnya, Pak Gubernur langsung suka,” kata Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud Provinsi Jabar Azis Zulficar, di acara jabar punya informasi (japri) ke-63, Kamis (20/2/2020).

Film “Riki Rhino” yang disutradarai oleh Erwin Budiono akan mulai tayang di bioskop pada 27 Februari 2020 ini.

Pengisi suara Film Riki Rhino ini melibatkan sejumlah artis seperti Hamish Daud sebagai Riki, Ge Pamungkas sebagai Beni, Zack Lee sebagai Mr Jak, Aurel Hermansyah sebagai Bebeb dan Ridwan Kamil sebagai Grada.

Azis menjelaskan, awalnya Batavia Picture mengajak Pemprov Jabar bekerjasama dalam menggarap film animasi Riki Rhino. Film Animasi Edukasi yang salah satu tokohnya adalah elang jawa.

Karena menjaga hewan-hewan endemik juga sebagai bagian dari visi misi tawaran tersebut diterima, bahkan tidak hanya itu Gubernur Emil juga siap membantu menjadi pengisi suara tokoh Grada.

“Jadi film ini merupakan tentang sikap Pemprov Jabar yang peduli dengan keberadaan hewan asli Jabar yang salah satunya Elang Jawa,” kata dia.

Azis juga mengatakan secara kualitas film Riki Rhino ini tidak kalah dengan film animasi Frozon yang dibuat oleh animator luar negeri.

“Ya tidak kalah dari film ‘Frozen’. Dan (‘Riki Rhino’) ini dijadikan sebuah edukasi bahwa Jabar itu memiliki hewan-hewan langka yang menurut penilaian dari sisi produser wajib juga lestarikan salah satunya melalui film animasi,” kata dia.

Azis juga menerangkan animator-animator Jawa Barat ada, saat ini mereka yang tertarik di dunia animasi, harus belajar ke luar Jawa. Mereka pergi ke Batam, yang saat ini menjadi center animasi dengan sasaran Singapura.

BACA JUGA Terbukti Tes Pegawai Honorer Berendam di Got, Lurah Jelambar Dipecat
“Kalau sekarang banyak sineas-sineas atau animator Jabar terus pergi ke Batam, kenapa Batam? Karena Batam itu centernya untuk pembuatan animasi dengan target singapura,” jelasnya.

Agar suatu hari kelak, mereka tidak perlu belajar jauh ke Batam hanya untuk mendapatkan studio animasi, Azis mengatakan siap mengusulkan kepada pimpinannya agar Jawa Barat juga punya studio animasi sendiri.

“Mudah-mudahan Jabar ke depan, kami coba agar ada satu studio khusus
kaitannya, bagaimana pembinaan terhadap animato animator animasi ini. Supaya bisa menghasilkan film film bermutu dan beredukasi,” katanya.

Azis berani mengusulkan studio untuk animasi bagi calon sineas Jabar karena menurutnya film animasi tidak ada matinya contohnya saja film donal bebak, mickey mouse.

“Riki Rhino ini juga sekuel. Jadi tidak akan ada habisnya, tokohnya nggak tua-tua seperti film disney,” pungkasnya. (adem)

Related Articles

Close