EKONOMILIFESTYLE

Cari Perlengkapan Bisnis Kuliner? Ke BIFHEX 2020 Saja

BANDUNG, SPOL – Berbagai supplier untuk (kebutuhan) hotel, restoran, kafe dipamerkan di ajang Bandung International Food and Hospitality Expo (BIFHEX) 2020. Kegiatan yang berlangsung tiga hari, yaitu 28 Februari hinga 1 Maret mendatang di Grand Ballroom Sudirman, jadi ajang perburuan para pebisnis kuliner di Kota Bandung.

“Ada lebih dari 200 brand yang terlibat di sini, termasuk dari luar negeri,” kata Direktur PT Indorich Expo Utama Richard Pesik, Jumat (28/2/2020).

Menurutnya, pameran ini tidak hanya cocok bagi mereka yang sudah menjalankan usaha. Pameran ini juga cocok untuk didatangi mereka yang baru merintis usaha atau bahkan baru sekadar punya niat membangun usaha kuliner. Kamu juga akan tahu seperti apa sih perkembangan dunia kuliner saat ini, termasuk berbagai peralatan yang dipakai.

Di sini, pengunjung bisa bertemu langsung dengan para pelaku usaha, mendapatkan jejaring untuk kebutuhan usaha, hingga beragam pengetahuan melalui pelatihan di lokasi. Khusus untuk kebutuhan usaha kuliner, ada banyak yang bisa didapatkan di sini, mulai dari peralatan membuat kue untuk skala UMKM hingga industri, supplier bahan baku, serta kebutuhan lainnya.

“Semua pelaku usaha terkait kita undang untuk hadir di satu area ini. Jadi, mereka yang datang butuh apa, semuanya ada di sini. Jadi enggak perlu lagi keliling satu per satu mencari mereka di luar,” jelas Richard.

Lumayan kan TemanBaik, dengan datang ke satu acara, kamu bisa menemukan apa yang dibutuhkan untuk menunjang usaha kulinermu. Kamu bisa mengirit tenaga dan tentunya waktu.

BIFHEX sendiri bukan baru kali ini digelar. Kegiatan ini sudah berlangsung enam kali hingga yang sekarang. Lalu, apa yang berbeda dibanding pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya?

Dari segi peserta pameran, jumlah bertambah jauh lebih banyak dibanding sebelumnya. Animo pengunjung pun jauh lebih tinggi. Mereka yang sudah registrasi online saja mencapai hampir 13 ribu. Itu belum termasuk tamu undangan yang mencapai 30 ribu orang.

Tapi, jika kamu belum registrasi online, tenang, kamu tetap bisa berkunjung ke lokasi kok. “Bisa langsung datang ke sini, nanti registrasi dengan mengisi data diri lengkap. Tujuannya agar ke depan kita bisa bikin undangan (untuk BIFHEX tahun depan),” jelas Richard.

Sementara selain pameran, selama tiga hari akan ada berbagai keseruan loh TemanBaik. Mulai dari demo masak dari chef profesional, kompetisi memasak chef, serta berbagai kegiatan hiburan. Salah satu yang paling menyenangkan tentu mencicipi dan membeli aneka kuliner untuk memanjakan lidah.

Geliat Kuliner di Jawa Barat
Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat Atalia Praratya menyambut positif BIFHEX tersebut. Dari kegiatan ini, ia berharap dunia kuliner di Jawa Barat semakin maju.

Dunia kuliner sendiri menurutnya memberi pemasukan salah satu yang terbesar untuk negara dari bidang industri kreatif. Berdasarkan data dari Badan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata (Bekraf), lebih dari Rp922 triliun kontribusi dari industri kreatif, sekitar 41 persen di antaranya berasal dari dunia kuliner.

“Itu artinya apa? Artinya, luar biasa, bahwa kuliner Indonesia bisa menguasai pangsa pasar dalam negeri,” kata Atalia.

Jawa Barat sendiri merupakan salah satu penyumbang terbesarnya. Jumlah yang terdata, ada lebih dari 1.000 restoran, lebih dari 2.000 rumah makan, dan ratusan kafe. Itu hanya yang terdata. Jika dijumlahkan dengan yang belum terdata, tentu jumlahnya akan berkali-kali lipat. Terbayang kan bagaimana perputaran uangnya?

Tapi, Atalia berharap geliat yang tingi di bidang usaha kuliner di Jawa Barat terus meningkat. Sehingga, manfaatnya bisa dirasakan berbagai pihak. Akan ada banyak tenaga kerja yang terserap, penyedia kebutuhan usaha kuliner juga berjalan usahanya, hingga tentunya lidah konsumen akan dimanjakan.

“Kreativitas dan inovasi perlu ditingkatkan, mulai dari bagaimana varian makanan, citarasa makanan, dan lain-lain. Kami juga berharap terkait keamanan pangannya bisa terus dikawal dan dan diangkat supaya siapapun yang menikmati makanan di Jawa Barat ini merasa aman,” tutur Atalia.

Related Articles

Close