POLITIK

Parmusi Jawa Barat, Pelopor Perjuangan Konsitusi dan Jihad Politik

Bandung, SPOL – Disintegrasi bangsa dinilai terjadi akibat lemahnya penegakan hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM). Demikian disampaikan oleh Rizal Fadhillah dalam kegiatan Musyawarah Wilayah (Muswil), Parmusi Pertama Parmusi Jawa Barat di Hotel Grand Asrilia Bandung, Minggu (1 Maret 2020).

Rizal mengatakan, hukum saat ini tidak berpihak kepada mayoritas, tetapi hanya kepada segelintir orang. Akhirnya banyak masyarakat tertindas yang tidak mendapat keadilan, karena hukum hanya berpihak kepada sekelompok orang yang memiliki kekuatan dan kekuasaan.

“Saat ini sedang terjadi kekuasaan oligarki dan korporatokrasi. Demokrasi hanya wacana, kekuasaan justru ada pada para pengusaha dan konglomerat. Kalau kita biarkan hal ini terus terjadi maka akan terjadi disintegrasi,” kata Rizal.

Rizal menambahkan, Parmusi harus berperan aktif dalam membangun persaudaraan muslimin indonesia yang kuat. Paradigma Parmusi sebagai katalisator dan akselelator harus diwujudkan dalam program nyata.

“Parmusi punya sejarah panjang. Renewable Parmusi bisa menjadi penyegar bangsa. Itu hanya bisa dilakukan dengan kecerdasan,” tegasnya.

Di hadapan para pengurus dan kader Parmusi Jawa Barat, Rizal nenegaskan, pergerakan Parmusi seyogyana harus dipegang. Jangan hanya menjadi birokrasi yang berada di belakang meja, tapi Parmusi harus berada di lini depan dalam pergerakan Islam.

“Saat ini banyak orang dungu, idiot dan jahil. Parmusi harus punya komitmen. Perubahan harus dilakukan dengan pergerakan politik. Jadi jangan hanya berjalan di pinggir, tapi harus berada di posisi sentral, dan jangan tabu untuk berpolitik dan bicara politik!” Pungkas Rizal seraya menutup pembicaraan.***

Related Articles

Close