HUKUMJAWA BARAT

BK DPRD Jabar Panggil Pelapor dan Terlapor Kasus Dugaan Manipulasi Data Kelahiran

SPOL.Bandung,- Badan Kehormatan (BK) DPRD Jabar hari ini panggil anggota DPRD Jabar dari Fraksi Partai Golkar Reynaldy Putra.

Anggota dewan tersebut dilaporkan kepada BK oleh Aliansi Pemilu Bersih terkait dugaan pemalsuan usia saat melakukan proses pendaftaran caleg pada 2018 lalu.

Anggota Aliansi Pemilu Bersih, Memet Hamdan didampingi Radhar Tri Baskoro mengatakan Rey dilaporkan karena diduga memalsukan usia, agar bisa lolos saat penetapan DCT. Menurut Memet, berdasarkan data yang dimilikinya, Reynaldy terlahir pada 30 Oktober 1997, namun lewat cara instan, ia mengubahnya jadi 30 Oktober 1996. Sehingga saat DCT ditetapkan pada 23 September 2018, usianya jadi 21 tahun lebih.

“Dia diduga bermain dengan Disdukcapil Subang, untuk membuat Akte Kelahiran baru. Itu kemudian dibongkar oleh Ombudsman Jabar, yang meminta Disdukcapil membatalkan Akte Kelahiran yang menyebut Reynaldy lahir tahun 1996, dan dikembalikan ke 1997,” jelas Memet.

Sementara itu Radhar menambahkan, banyak kejanggalan yang terjadi dalam proses pencalegan. “Bukan hanya memaksa mengubah Akte di Disdukcapil, tapi juga membuat Surat Keterangan Tak Pernah Dipenjara dari Pengadilan Negeri Subang, tertanggal 29 Juni 2018, yang anehnya sudah menyebut ia lahir tahun 1996. Padahal Akte Kelahiran baru dibuat Disdukcapil pada 14 Juli 2018,” ujar mantan Sekum Gerindra Jabar ini.

Menanggapi laporan tersebut, Ketua BK DPRD Jabar Hasbullah Rahmad menyebut, pihaknya akan mendalami kasus ini, dengan memanggil pihak-pihak berkepentingan, seperti Disdukcapil Subang, PN Subang, Unpad, dan Ombudsman.

“Saudaraku Reynaldy menyebut, tak ada kebohongan data usianya. Ia beralasan, pembuatan Akte Kelahiran dilakukan karena rumahnya terbakar, dan seluruh dokumen ikut terbakar. Ia datang ke BK tanpa membawa dokumen apapun, sehingga kami berencana untuk memanggilnya kembali bersama ibunya, pada 30 Maret mendatang,” pungkasnya.(dens)

Related Articles

Close