JAWA BARAT

Tekan Penyebaran Virus Corona, Emil Minta Masyarakat Tidak Pulang Kampung

SPOL.Bandung,- Sebagai salah satu upaya menekan penyebaran virus covid-19 atau corona yang terus bertambah, Gubernur Jabar Ridwan Kamil meminta warganya yang tengah berada di Jabodetabek dan Bandung Raya untuk tidak pulang kampung.

“Wahai para orang Jabodetabek khususnya Jakarta, sebaiknya tidak mudik,” Ujar Emil saat memberikan keterangan pers di Gedung Pakuan Bandung, Senin (30/3).

Langkah ini, ungkap Emil, penting dilakukan untuk menekan penyebaran virus covid-19 atau corona yang mewabah pada saat ini. Himbauan inipun berlaku untuk beberapa pekan ke depan termasuk jelang Idul Fitri 2020.

Menurut Emil, jika mereka bersikukuh akan pulang kampung, protokol penanganan covid-19 harus diikuti terutama untuk mengisolasi diri selama 14 hari. “Kalau yang tetap mudik, akan jadi ODP. Jadi harus karantina diri 14 hari,” katanya.

Jika tidak, menurutnya aparat kepolisian akan memberikan tindakan hukum. “Kalau tidak karantina, akan ada tindakan hukum,” katanya.

Emil menegaskan, warganya yang tidak bisa pulang kampung terutama warga tidak mampu tidak perlu khawatir karena pemerintah akan menjamin kebutuhan hidup selama mereka berada di perantauan. “Untuk perantau di Jakarta, hajat hidup akan dijamin Pemprov DKI (Jakarta) dan pusat,” katanya.

Jika masih kurang, Emil pun memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberi bantuan. “Kalau masih kurang, Pemprov Jawa Barat akan bantu. Agar tak ada alasan pulang kampung karena kekurangan hidup di Jakarta,” katanya.

Sementara itu, disinggung bantuan untuk warga rawan miskin akibat pandemi covid-19 ini, Emil memastikan pihaknya tengah mendata siapa saja yang berhak untuk mendapatkannya. “Sedang dipersiapkan jumlahnya, mudah-mudahan minggu ini selesai, ketemu orang-orang kategori rawan miskin,” kata dia.

Seperti diberitakan, Emil menyebut pihaknya akan memberi subsidi bagi masyarakat yang terdampak pandemik virus korona. Langkah ini ditempuh untuk meringankan beban hidup mereka terutama yang tidak mampu.

Emil menyebut, pihaknya memberlakukan kebijakan ini usai menggelar rapat bersama DPRD Provinsi Jawa Barat, di Gedung Sate, Bandung, Kamis (26/3). Emil menjelaskan, penyebaran virus korona di Indonesia ini sudah berdampak luas hingga mengganggu roda ekonomi masyarakat.

Berdasarkan kajian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Barat dan Universitas Padjajaran Bandung, kata Emil, warga Jawa Barat yang terdampak pandemik covid-19 mencapai satu juta jiwa. Mereka kini masuk dalam kategori rawan miskin karena kehilangan penghasilan akibat wabah virus korona saat ini.

“Dampaknya covid-19 ini ada satu juta orang yang harus diberi pertolongan. Mereka yang tadinya normal, punya penghasilan, tiba-tiba sekarang jadi tidak punya penghasilan,” kata Emil yang didampingi Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Taufik Hidayat.

Menurut Emil, pihaknya bersama DPRD Provinsi Jawa Barat telah menyepakati anggaran Rp5 triliun untuk subsidi yang akan diberikan kepada warga yang terdampak wabah covid-19 ini. Nantinya, setiap kepala keluarga akan menerima bantuan Rp500 ribu setiap bulan.

“Rp500 ribu yang akan diberikan untuk setiap KK itu sepertiganya cash (uang tunai), dua pertiganya barang yaitu sembako (kebutuhan pokok) dan semua yang berbentuk pangan,” jelasnya. Emil menambahkan, pada tahap pertama pihaknya menyiapkan bantuan sebesar itu untuk dua bulan pertama.

Jika masih dirasa perlu akibat belum redanya wabah covid-19, pihaknya akan kembali menggelontorkan APBD untuk bantuan tersebut. “Pertama, minimal untuk dua bulan. Kalau ada dinamika, kita bikin kesepakatan lagi. Bantuannya kita perpanjang untuk empat bulan,” paparnya.

Jika selama empat bulan ke depan wabah covid-19 ini belum berakhir, Emil memastikan pihaknya sudah menyiapkan program lainnya demi menyelamatkan perekonomian masyarakat. Salah satunya dengan menggenjot proyek-proyek pemerintah agar lebih banyak menyerap tenaga kerja lokal.

Menurut dia, setidaknya terdapat proyek padat karya senilai Rp13 triliun yang akan melibatkan lebih banyak masyarakat sebagai tenaga kerja. “Jadi warga yang tiba-tiba jadi pengangguran setelah tanggap darurat (wabah virus korona), akan dipekerjakan di proyek pemerintah,” Pungkasnya. (Dens)

Related Articles

Close