EKONOMISYARIAH

Ribuan Masjid di Jabar Dapat Bantuan Pembayaran Listrik Dari YBM PLN Jabar

SPOL.Bandung,- Penutupan sejumlah rumah ibadah di masa pendemi covid-19 berdampak juga kepada sejumlah rumah ibadah ibadah di Jawa Barat.

Terkait dengan hal tersebut, karyawan PLN melalui yayasan Baitul Mal (YBM) memberikan infaq ke masjid yang ada di daerah Jabar.
“Sumbangan itu dimaksudkan untuk membantu takmir masjid melaksanakan pembayaran rutinnya.” Ujar Manager Komunikasi Unit Induk Distribusi (UID) Jabar Iwan Ridwan dalam keterangan resminya. Senin (11/05/2020)

Iwan menuturkan, pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Provinsi Jabar dimana salah satunya penutupan sementara tempat ibadah, membuat kotak infaq masjid tidak terisi seperti biasanya. Hal, ini terangnya, karena jamaah masjid melaksanakan ibadah di rumah seperti anjuran pemerintah yang diperkuat oleh MUI.

“Misalnya sholat jumat di ganti menjadi sholat dzuhur di kediaman masing-masing. Efek dari ketidakhadiran jamaah masjid adalah kosongnya kotak infaq. Biasanya, kotak itu akan terisi secara rutin ketika dilaksanakan salat Jumat. Imbasnya adalah, takmir masjid kesulitan membayar biaya bulanan. Khususnya pembayaran tarif listrik.” tuturnya.

Oleh karena itu, dimasa pandemi ini kami melalui YBM PLN membantu sejumlah masjid yang terkendala dalam pemayaran listrik. Iwan menerangkan dalam kegiatan ini tercatat ada 2.229 masjid yang telah mendapatkan bantuan tersebut.

“Jumlah total bantuan sejauh ini mencapai 110 juta rupiah. Bantuan tersebut akan terus diupayakan selama masa pandemi Corona.” Ujarnya.

Iwan menambahkan, PLN terus berupaya menebarkan harapan baik. Tidak hanya melalui kebijakan perusahaan, tapi juga infaq karyawannya melaui YBM. Di tengah pandemi Covid-19 yang entah kapan berakhir ini, banyak pihak berusaha saling menguatkan.

Ada banyak dermawan yang turun ke jalan memberikan santunan. Para pejabat, artis, youtuber, dan orang kaya. Mereka yang memiliki rezeki lebih dan membagikan kepada pihak yang kekurangan.

“Corona telah mengguncang stabilitas dunia. Banyak negara limbung. Selama masih banyak orang baik yang peduli sesama, Indonesia akan baik-baik saja.” Harap Iwan.

Iwan menambahkan, virus covid-19 ini menyebabkan terputusnya banyak ikatan sosial dan keagamaan. Tidak hanya masjid, rumah ibadah lain juga mengalami kejadian sama. Ibadah di gereja misalnya, diganti secara online dari rumah jemaat.

Ini menunjukkan bahwa, situasi darurat tersebut memaksa kita semua untuk sebisa mungkin diam di rumah. “Hal ini adalah satu-satunya cara untuk memutus mata rantai penyebarannya.” Pungkasnya. (Dens)

Related Articles

Close