JAWA BARAT

Ini Keunggulan RT-PCR Produksi Bio Farma

SPOL.Bandung,- Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional 2020, Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) hasil produksi Bio Farma bersama depalan produk lainnya secara resmi diluncurkan untuk melawan Covid-19 yang sudah menjadi pandemi global sejak Maret lalu.

Menurut Direktur Pemasaran, Penelitian dan Pengembangan I Bio Farma, Sri Harsi Teteki,  RT-PCR produk Bio Farma ini merupakan hasil kolaborasi Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan COVID-19 (TFRIC19) sub Group task force Rapid Test Diagnosis berbasis quantitative polymerase chain reaction (qPCR). Dimana Kolaborasi tersebut dimotori oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

“RT-PCR kit ini masuk dalam kategori screening dan diagnosis, yang memiliki fungsi  untuk mendeteksi virus Sars Cov2, penyebab Covid-19 yang merupakan gold standar dalam pemeriksaan Covid19,” ujar Sri dalam keterangan resminya. Rabu (20/05/2020)

Adapun tugas dari Bio Farma, ungkapnya, adalah untuk melakukan validasi, regristrasi, produksi, dan juga distribusi. Produk tersebut merupakan hilirisasi dari peneltian yang pada 5 Mei 2020 sudah mendapatkan Nomor Izin Edar dari Kementerian Kesehatan.

“Untuk tahap awal, RT-PCR ini, akan diproduksi sebanyak 100 ribu kit sampai dengan akhir Mei 2020,” terangnya.

Dia mengatakan dari jumlah tersebut, akan didonasikan kepada BNPB untuk kemudian didistribusikan kepada laboratorium yang berada di 45 lokasi. Setelah pendonasian selesai, baru akan dilakukan tahap komersialisasi.

“Sampai dengan saat ini, sudah 16 lab yang menerima donasi dari Bio Farma, berdasarkan rekomendasi dari BNPB dan Kementerian Kesehatan berdasarkan peta epidemiologi,” terangnya.

Disinggung mengenai keunggulan dari produk ini, Dia mengatakan,
RT PCR ini adalah memiliki spesifiksitas yang tinggi, hampir 100%  untuk mendeteksi Covid-19 karena didesain oleh target gen sesuai sequence virus yang ada Indonesia.

“Keunggulan kedua RT PCR ini didesain untuk open system PCR sehingga bisa digunakan dimesin PCR manapun.” terangnya.

Keunggulan berikutnya, ujarnya, yakni sudah menerapkan GDP (Good Distribution Process) sesuai dengan rekomendasi dari WHO. Dalam pengantaran, jelas dia, suhunya mengikuti prinsip sistem rantai dingin/cold chain system, seperti distribusi vaksin pada umumnya.

“Dan yang tidak kalah penting adalah harga yang ditawarkan saat komsersialisasi akan terjangkau,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Joko Widodo menyampaikan bahwa saat ini dunia sedang beradu cepat dalam menangani wabah Covid-19, dan hari ini Indonesia sudah memiliki karya nyata yang konkrit.

“Hari ini merupakan momentum baru bagi kebangkitan bangsa kita, dan kebangkitan sains dan teknologi khususnya dalam bidang kesehatan,” Ujarnya.

Sementara itu, Bambang Brodjonegoro mengatakan, dalam keadaan wabah pandemi Covid-19, Kemenristek/ BRIN ingin menjadi bagian dari solusi penanganan wabah ini.

“Sejak awal Maret 2020 Kemenristek/BRIN menjadi solusi penanganan telah membentuk konsorsium yang beranggotakan Kementerian, Lembaga Pemerintah, Perguruan Tinggi  dan Industri.” Ujarnya.

Produk-produk riset dan inovasi yang hari ini diluncurkan, harapnya, dapat menandai kebangkitan inovasi Indonesia. Sebagai kordinator Riset dan Inovasi Nasional, Kemeristek/BRIN selalu mendorong berbagai lahirnya inovasi bangsa Indonesia yang memberikan dampak yang luas bagi masyarakat.

“Kegiatan dalam konsorsium yang berkaitan Covid-19 ini akan berkaitan dengan empat aspek penelitian, yaitu: pencegahan, screening dan diagnosis, pengembangan obat dan terapi, serta pengembangan alat kesehatan dan alat pendukungnya.” Pungkasnya. (Dens)

Related Articles

Close