PEMERINTAHAN

Ini 6 Alasan Pelibatan TNI-Polri Dalam Kenormalan Baru

SPOL.Bandung,- Guru besar Ilmu politik dan keamanan UNPAD, Profesor Murada mengatakan setidaknya ada enam alasan kenapa TNI-Polri dilibatkan dalam penanganan Covid-19 dan kenormalan baru.

“Enam alasan itu adalah untuk kedisiplinan dan ketegasan, efek gentar, efek jera, penguatan kultur kenormalan baru, pembatasan pergerakan publik dan penegakan hukum” Ujar Prof. Muradi dalam webinar dengan tema pelibatan TNI – Polri dalam skema transisi menuju normal baru” Kamis malam (04/06/2020)

Menurutnya, pelibatan TNI dalam hal ini seharusnya tidak dipermasalahkan karena sejak awal militer sudah ada di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. “Operasi militer selain perang bukan sesuatu yang enggak ada. (Pemerintah) ingin keberadaan Polisi dan TNI dalam penanganan bencana ada di garda terdepan. Sejauh mana terlibat? (seperti) Ada imbauan. Pendekatan (mereka) berseragam dan berwibawa punya efek gentar,” ujarnya

Jika sudah dirasakan cukup upaya pendisiplinan ini, ungkapnya maka TNI kembali lagi ke tugasnya seperti biasa. Keberadaan TNI-Polri itu penting untuk membuat masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan apalagi ada kultur ngeyel di masyarakat. “Itu tidak bisa hanya diimbau atau ditegur oleh Satpol Pamong Praja (PP)” Ujarnya.

lebih jauh Profesor Muradi mengatakan, dalam kenormalan baru saat ini, pemerintah sepertinya akan menerapkan tiga pendekatan sekaligus yakni kesehatan, ekonomi dan keamanan.

“Karena vaksin belum ditemukan, pemerintah secara perlahan ingin membuka aktivitas ekonomi.”

Namun, tegasnya, hal ini membutuhkan kedisiplinan dan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan. Jika itu tidak berjalan, kasus orang terpapar Covid-19 bisa meningkat tajam.

“Maka pemerintah menambahkan pendekatan keamanan dengan melibatkan TNI sebagai bentuk antisipasi tapi New normal plus militer, ini perlu hati-hati,” Pungkasnya. (dens)

Close