PEMERINTAHAN

Libatkan TNI-Polri Dalam New Normal, Ini Tanggapan Nurul Arifin

SPOL.Bandung,- Anggota Komisi 1 DPR RI, Nurul Arifin mengatakan jika TNI itu bukan momok masyarakat. Mereka berperan untuk menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat untuk dapat hidup selaras dalam kondisi new normal.

“TNI – Polri tidak akan bertindak melebihi kewenangan yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan,” Ujar Wakil Ketua DPP Golkar tersebut dalam webinar dengan tema “pelibatan TNI – Polri dalam skema transisi menuju normal baru” Kamis malam (04/06/2020)

Nurul menilai langkah pemerintah melibatkan TNI dalam menjaga kedisiplinan protokol kesehatan pada  era normal baru sangat strategis. “Hal tersebut sudah sesuai dengan UU no 34 tahun 2004 tentang TNI” Tegasnya.

Lebih jauh Nurul mengatakan, Ada 14 tugas pokok TNI selain perang. Beberapa diantaranya adalah membantu tugas kepolisian dan pemerintah daerah serta terlibat dalam menanggulangi bencana alam.

“Realisasi dari pelibatan TNI ini telah dilakukan sejak awal, seperti melaksanakan observasi sampai penanganan pasien korona di RS Wisma Atlet contohnya, dan tugas pendukung lainnya baik dalam hal medis maupun non medis,” Ujar Nurul.

Jadi pada normal baru yang akan diterapkan oleh pemerintah, Ujar Nurul, TNI dan Polri akan dilibatkan untuk melaksanakan penegakan disiplin protokol kesehatan utamanya di ruang-ruang publik di seluruh wilayah Indonesia. 

“Ketertiban menjadi isu penting di masa pandemi covid-19 dan berdampak tidak hanya pada kesehatan tapi juga kepada perekonomian, kemudian berlanjut kepada keamanan dan terakhir ke politik. Kita harus memastikan bahwa masyarakat terlindungi dan terjamin kebutuhannya. Dan pelibatan TNI adalah tindakan untuk meminimalisir pelanggaran, menegakan kedisiplinan dan memberikan advokasi tentang Protokol Kesehatan” Pungkasnya. (dens)

Close