JAWA BARAT

Tutup Program Rehabilitasi Sosial, Dinsos jabar siapkan Program Inovasi dan Kolaborasi

Bandung, SPOL – Kepala Dinas (Kadis) Sosial Provinsi Jawa Barat (Jabar) H Dodo Suhendar menutup program rehabilitasi sosial tahun anggaran 2020 di Panti Rehabilitasi Sosial Bina Karya (PRSBK) Jl Kolonel Masturi, Bandung Barat, Kamis (26/11/2020). Pelatihan yang diberikan kepada dhuafa juara berkelanjutan ini adalah keterampilan khusus seperti otomotif, menjahit, olah pangan, kerajinan tangan, pertanian dan peternakan.

“Mudah-mudah setelah mendapat pendidikan untuk bekal hidup dari sini, para warga binaan ini tidak lagi kembali ke jalan,” kata Kadis Sosial Prov Jabar Dodo Suhendar.

Agar keinginan tersebut terwujud, masyarakat juga diminta membantu mereka bisa kembali ke jalan hidup yang lebih normal. “Jangan kucilkan para mantan pengemis ini. Sebab mereka sekarang sudah punya keahlian untuk bekal hidup mereka kelak,” katanya

Dodo menambahkan, karena selama masuk kampus lewat program rehabilitasi di Panti Sosial Bina Karya para mantan pengemis ini sudah dilatih berbagai keterampilan sesuai minat mereka. “Jadi ini semacam kampus, untuk memasukan dhuafa juara berkelanjutan,” ungkapnya.

Dodo juga menjelaskan, program inovasi dan kolaborasi PRSBK ini sudah pada tahap ujicoba. “Tahun ini warga binaan sosial disalurkan ke beberapa kabupaten dan kota termasuk dibekali, diberi modal dan ada bimbingan lanjutan yang akan dilaksanakan oleh par pekerja sosial,” katanya.

Target utama inovasi PRSBK menjadi Panti Terpadu Sosioagrowisata yang akan bekerjasama dengan unsur Pentahelix, diantaranya Unpad, Bank Jabar dan Banten, Karangtaruna dan PT Bumi Hijau. “PRSBK Berfungsi sebagai panti Rehabilitasi Sosial, pelatihan bisnis Agro dan Wisata Agro,” paparnya.

Kepala PRSBK H Iwan Dermawan mengatakan jumlah warga binaan yang mengikuti pendidikan sebanyak 57 orang atau 19 kepala keluarga (KK). Ditambah 17 orang dari SPRS Bina Mandiri.

Mereka berasal dari Kabupaten Sumedang Kecamatan Ujung Jaya Desa Sukurjaya sebanyak 4 KK, Kabupaten Garut sebanyak 7 KK, Kabupaten Bandung sebanyak 4 KK, Kota Cimahi sebanyak 4 KK.

Selain mendapatkan pendidikan warga binaan sosial juga mendapatkan rumah, toolkit, sembako yang sumbernya berasal dari APBD.

Selain itu, 21 warga binaan sosial juga mendapatkan KTP, KK “Ini hasil kolaborasi dengan Disdukcapil.”

Juga ada penyerahan buku nikah untuk lima keluarga. Ini hasil kolaborasi dengan Pengadilan Agama Ngamprah KBB, Kemenag KBB, KUA Kec Cisarua.

“Juga ada penyerahan bantuan modal usaha sebesar Rp3 juta per KK. Ini hasil kolaborasi dengan Baznas Jabar,” pungkasnya.(adem)

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Close