EKONOMI

Menparekraf Targetkan Tahun 2024 ada 205 Wisata Desa Mandiri di Indonesia

SPOL.Bandung,-

Setelah sempat mati suri akibat hantaman pandemi covid-19, sektor pariwisata perlahan mulai menggeliat kembali. Hal tersebut ditunjukan dengan tingkat okupansi sejumlah hotel yang sudah mencapi 80 persen lebih.

Terkait dengan hal tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mengaku gembira karena denyut priwisata sudah mulai terasa di sejumlah destinasi wisata.

“Booking kamar beberapa hotel di Bali untuk bulan Desember 2020 mencapai 80 %. Sejumlah destinasi lain seperti Labuan Bajo pemesanan kamar hotel juga menunjukan tren peningkatan dan tentunya ini kabar yang menggembirakan” Ujar Wishnutama saat membuka Rakernas I Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) di Bandung. Jumat (26/11/2020)

Ke depan, ungkapnya, pariwisata yang dikembangkan ialah pariwisata yang menumbuhkan pengalaman yang unik salahnya satunya melalui quality tourism, dan desa wisata menjadi bagian dari quality tourism tersebut.

“Banyak salah kaprah bahwa quality tourism ini dianggap hanya menginap di hotel bintang lima” Ujarnya.

Untuk pengembangan amenitas dan atrasi wisata yang ada di desa, maka peran serta masyarakat di wilayah tersebut harus turut berpartisipasi secara terintegrasi dari hulu hingga ke hilir.

“Oleh karena itu pemerintah desa bisa didorong untuk memanfaatkan secara optimal dana desa” ujarnya.

Dia menambahkan, Oleh karenanya sebagai arah kebijakan desa wisata dalam RPJM 2020-2024, ditargetkan 205 wisata 205 wisata desa mandiri di tahun 2024.

“Potensinya luar biasa, jangan ikut-ikutan destinasi wisata di tempat lain Cita – cita desa wisata sangat besar, sangat mulia.” pungkasnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) MASATA Panca Rudolf Sarungu mengatakan salah satu agenda dalam Rakernas I ini adalah Focus Group Discusion (FDG) tentang desa wisata.

“Sejumlah narasumber yang berkompeten dihadirkan guna menyambungkan berbagai kepentingan serta membangun sinergitas dan kolaborasi dalam membantu pemerintah mewujudkan Indonesia sebagai negera tujuan pariwisata kelas dunia didukung atraksi yang menarik, aksebilitas yang mudah dan amenitas yang berkualitas” Ujar Panca Rudolf Sarungu.

Melalui upaya tersebut, ungkapnya, MASATA ingin agar pelaku, pemerhati serta pecinta pariwisata memiliki kesamaan persepsi dalam mendukung kepariwisatan berkelanjutan.

“MASATA Berharap agar kepariwisataan mampu menjamin keterpaduan antarsektor, antar aktor dan antar daerah selaku pemangku kepentingan dalam sinergitas dan kolaborasi antar pihak yang menjaga keharmonisan hubungan pusat dengan daerah” Pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Close