JAWA BARAT

Karena Kedekatannya, Radio Masih Dibutuhkan Masyarakat Luas.

SPOL.Pangandaran,- Ketua Pengurus Daerah (PD) Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indoniesia (PRSSNI ) Jawa Barat, Joesoef Siregar mengungkapkan jika Radio masih diperlukan oleh masyarakat luas. Apalagi, menurutnya, Radio memiliki kelebihan dari media lainnya yakni kedekatan dan akrab bagi audiens-nya, dalam berinteraksi secara langsung.

“Ini sesuatu yang bisa menjadi peluang bagi Radio” Ujar Joesoef dalam keterangan resminya seusai melaksanakan Sidang Paripurna Daerah (SPD) – 1, PRSSNI Jabar di Pangandaran yang diikuti ikuti 26 peserta dari 6 perwakilan Koordinator Wilayah se-Jawa Barat. Jumat (04/10/2019)

Kedepan, ungkapnya, tantangan sebagai industri penyiaran kian hari kian berat. Karena, masa ke-emasan yang terjadi dimasa lalu, tak mungkin diulang sehingga menciptakan kejayaan baru adalah hal yang harus dilakukan. “Salah satunya melalui sejumlah prioritas program yang akan dilaksanakan itu diantaranya; advokasi anggota dan regulasi, kampanye “Why Radio”, Pendidikan, dan Pelatihan atau Workshop yang sesuai kebutuhan anggota di Jabar” terangnya.

Menurut Joesoef, Kuncinya untuk kembali menciptakan kejayaan baru itu adalah radio jangan bergerak sendiri, harus bersama, perkokoh kebersamaan, dan angkat potensi daerah masing masing dalam hal bisnis sebagai media. Joesof menegaskan, sinergi dengan berbagai pihak adalah kunci lainnya dalam bertahan dan berkembang.

“Bila kita kuat, posisioning kita juga kuat, daya saing bisnis juga menguat, maka Radio Siaran akan bisa bersaing antar media termasuk media baru, bahkan media social” tuturnya.

Joesof menambahkan, Radio saat ini dibutuhkan karena di saat hoax amat sangat mudah menyebar sehingga mengakibatkan masyarakat kita terpapar polusi informasi, bahkan diterjang badai hoax yang mampu meluluh-lantakkan perikehidupan, perikemanusiaan dan sendi berkebangsaan bersama. “Radio, Tak bisa hoax karena ia media langsung yang sangat dekat dengan rakyat” pungkasnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Seksi Statistik Dinas Komunikasi dan Informasi AK Zakaria, mengatakan, dunia radio masih strategis dan tetap eksis ditengah tumbuhnya media mainstream maupun yang bertehnologi tinggi yang terus meningkat.

Masyarakat masih meyakini radio miliki karakter khas yang tak bissa diadopsi media lain, karena kelebihannya yang sangat personal. Bahkan menurut Jeje, keterkaitan radio dan pendengarnya sangat kuat sehingga karakter itu menjadikan radio sangat strategis. Pada bagian akhir sambutan Jeje menyebut, radio miliki faktor kecepatan yang tinggi yang mampu dimaksimalkan, terutama di daerah yang rawan kebencanaan yang dapat tak dapat dijangkau media lain karena terisolir.

Ungkapn senada juga disampaikan oleh
Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah – KPID Jabar, Dadan Saputra yang menyatakan radio dengan segala kelebihan yang dimiliki, kini harus adaptif terhadap perkembangan dan tuntutan jaman. “Selain ‘bermain’ di ranah teresterial yang konvensional, radio juga harus multi platform sehingga menjangkau semua khalayak” pungkasnya.(dens)

Related Articles

Close
Close