JAWA BARAT

Migran Service Center Lindungi Pekerja Jabar

BANDUNG,SPOL – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) membangun Jabar Migran Service Center. Hal ini dilakukan sebagai upaya memberikan perlindungan kepada para pekerja migran di Jawa Barat dan juga untuk menyukseskan program unggulan Migran Juara.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar, Mochamad Ade Afriandi mengatakan, bahwa Migran Juara adalah layanan yang diberikan pihaknya mulai dari pra-rekrutmen sejak SMA/SMK. Dalam pra-rekrutmen tersebut, para calon pekerja migran akan mejalani penelusuran minat dan bakat.

“Nanti mereka akan diberikan sosialisasi, kemudian dilakukan perekrutan, pelatihan, sampai penempatan di negara tujuan. Nanti selesai kontrak, kembali lagi ke Indonesia itu menjadi dalam sebuah navigasi Pemprov Jabar,” kata Ade dalam acara Jabar Punya Informasi (JAPRI) di halaman belakang Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (4/10/2019).

Dengan adanya program Migran Juara, lanjut Ade, ini akan memberikan perlindungan kepada para pekerja migran asal Jawa Barat. Pasalnya, selama ini masih banyak pekerja migran dari Jabar yang kurang mendapat perlindungan karena kurangnya data-data.

“Kita tidak memiliki data, siapa yang diberangkatkan, perusahaan mana yang memberangkatkannya, di mana usernya di sana. Belajar dari tidak adanya data itulah, hadir sebuah sistem navigasi center,” paparnya.

Sesuai Undang-Undang ketenagakerjaan yang baru, Ade menjelaskan, perusahaan penempatan tenaga kerja tak lagi diperbolehkan melakukan perekrutan. Perekrutan para pekerja migran akan langsung dilakukan oleh pemerintah.

Untuk simulasinya, perekrutan akan dilakukan berbasis digital seperti proses perekaman e-KTP. Nantinya, perusahaan penempatan di negara bersangkutan akan melihat data lengkap para calon pekerja migran yang tercantum dalam sistem.

“User akan melihat di sistem, by foto, by name, by address, kemudian data kompetensi yang bersangkutan, sehingga dalam sistem digital itu proses rekrutmen dilakukan,” pungkas Ade. (adems)

Related Articles

Close
Close