EKONOMI

Pasar Konduktor di Industri 4.0 Terbuka Lebar

SPOL.Bandung,- Saat ini dunia industri sudah memasuki babak baru dengan menggabungkan teknologi informasi dengan cyber teknokogi atau yang dikenal dengan Industri 4.0.

Terkait dengan hal itu, untu menjamin pasokan listrik pada Industri 4.0 berjalan dengan baik maka diperlukan penghantar listrik dan panas dengan kualitas baik.

“Pada Industri 4.0 dalam hal elektronik/listrik dan otomotif harus mempunyai tembaga yang memiliki Standart Nasional Indonesia (SNI)” ujar Collin May, Director East & Southeast Asia dalam seminar Menuju seabadnya Institut Teknologi Bandung (ITB) bertemakan Industri 4.0 di Aula Barat ITB, Senin (29/04/2019)

Tembaga, menurutnya, memiliki tingkat konduktif 30% lebih tinggi dibandingkan logam lainnya yang berarti meningkatkan efisiensi. Sedangkan dalam bidang otomotif, tembaga merupakan material kunci untuk transportasi menjadi lebih bersih.

“Pada mobil listrik, jumlah penggunaan tembaga 4 kali lebih banyak dibandingkan mobil konvensional” terangnya.

Collin menambahkan, dalam Industri 4.0 setidaknya ada 5 sektor pendukung yang mendorong percepatan perkembangan Industri 4.0. ” industri pendorongnya yaitu minuman, kimia, tekstil, elektronik/listrik dan otomotif” pungkasnya. (Denny)

Related Articles

Close
Close