PENDIDIKAN

Punya Kurikulum Unik, SPI Jadi Pembicara Dalam 8th UNESCO APEID Conference 2019

SPOL.Bandung,- Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) tampil sebagai pembicara dalam
8th UNESCO APEID Conference on Entrepreneurship Education Asian Programme of Educational Innovation for Development (APEID) di Hangzhou, China pada 9 – 11 Oktober 2019 lalu.

Menurut inisiator sekaligus
pendiri Sekolah SPI, Julianto Eka Putra mengatakan, bukan tanpa alasan jika Sekolah SPI menjadi wakil dari Indonesia dalam agenda tahunan organisasi
pendidikan, keilmuan dan kebudayaan APEID yang berada di bawah naungan United Nations Educational,Scientific and Cultural Organization (UNESCO) tersebut.

“Ini merupakan tindak lanjut diundangnya SPI pada Mei 2017 lalu ke Kuala Lumpur dalam acara TVET 3rd High Officials Meeting on SouthEast Asia Technical And Vocational Education and Training. Sejak saat itulah, kami menjalin komunikasi intensif dengan UNESCO di Bangkok” terang Julianto dalam keterangan resminya. Selasa (15/10/2019)

Julianto mengatakan, jalan menuju pengakuan UNESCO ini, telah dirintis sejak beberapa tahun lalu. Dan kini berbuah hal yang menyenangkan, dimana mereka mengundang Sekolah SPI untuk memaparkan best practice yang kami lakukan dalam membangun entrepreneur education di Indonesia.

“Kesempatan ini tentunya sangat baik buat kami untuk bisa bertukar pikiran bagaimana kami bisa tumbuh menjadi lebih baik lagi, dan berbagi wawasan tentang pendidikan kewirausahaan” Ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, ungkapnya, ada sejumlah poin pokok yakni: identifikasi dampak potensial dari Revolusi Industri ke-4 terhadap pendidikan, diskusi mengenai respons pendidikan kewirausahaan untuk memenuhi tuntutan Revolusi Industri ke-4, berbagi wawasan mengenai praktik-praktik pendidikan kewirausahaan yang tepat dalam mempersiapkan generasi muda
untuk menghadapi Revolusi Industri ke-4, serta untuk menjalin kemitraan dan kolaborasi diantara anggota EE-Net dalam memenuhi tantangan tersebut.

“Merupakan suatu kehormatan bagi SPI bisa berpartisipasi dalam forum internasional semacam ini” pungkasnya.

Sekolah SPI merupakan sekolah berasrama (Boarding School) khusus kaum dhuafa yang
merekrut siswanya dari seluruh Indonesia, dengan latar yang beraneka ragam, baik agama, maupun sukunya. Hal ini menjadikan Sekolah SPI unik, kompleks dan berbasis Bhineka Tunggal Ika. Seluruh biaya hidup dan pendidikan di Sekolah SPI ditanggung Yayasan dan dilaksanakan
oleh sekolah.

Sekolah SPI merupakan satu-satunya SMA dan Sekolah Tinggi yang menerapkan kurikulum entrepreneurship lengkap dengan laboratorium life-skill yang diberi nama Transformer Center, berlokasi di kota Batu, Jawa Timur.

Transformer Center terdiri dari puluhan unit usaha sebagai sarana belajar langsung bagi siswa-siswi untuk menerapkan teori-teori yang didapatkan di kelas. Sehingga peserta didik dapat mengalami dengan nyata dan membangun kebiasaan (habit) dan keahlian (skill) dalam mengelola berbagai jenis usahanya tersebut. (Dens)

Related Articles

Close
Close