EKONOMISYARIAH

Realisasi zakat di jabar masih sangat minim

SPOL.Bandung,- Potensi zakat umat di wilayah Jawa Barat sangat besar. Namun potensi tersebut belum terserap secara optimal.

“Capaian zakat di wilayah Jawa Barat masih dibawah 1 persen dari potensi yang ada” ujar Kepala Baznas Jawa Barat Arif Ramdhani. Selasa (3/12/2019)

Arif mengungkapkan, dari awal tahun hingga bulan November 2019 baru terealisasi Rp750 miliar dari potensi yang bisa mencapai Rp. 26 8 Triliun. “Artinya masih 0, sekian persen yang terkumpul oleh lembaga resmi di Jabar” terangnya.

Oleh karena itu, warga dihimbau agar menyalurkan zakat kepada lembaga resmi sehingga pembagiannya merata dan tepat sasaran.

Terlebih, dia meyakini zakat mampu menjadi penggerak perekonomian masyarakat khususnya yang tidak mampu agar berdaya dan mandiri. Selain untuk menggerakkan sektor ekonomi, menurutnya zakat yang dikelola Baznas akan disalurkan untuk kegiatan pendidikan.

Sebagai contoh, pihaknya akan menyalurkan 10 ribu Alquran ke pelosok Jawa Barat. “Apabila dibaca oleh saudara kita yang santri, atau anak-anak kita (program) Maghrib Mengaji, maka amalnya akan mengalir ke kita sampai meninggal dunia,” katanya.

Cara inipun menurutnya dipilih karena masih banyak masjid di pelosok Jawa Barat yang tidak memiliki Alquran yang layak. “Banyak masjid-masjid, surau-surau di pelosok yang Quran-nya sudah lusuh,” katanya.

Sementara itu, Kepala Biro Pelayanan dan Pengembangan Sosial Provinsi Jawa Barat Ida Wahida Hidayati mengatakan, zakat memiliki peran yang strategis baik dari sisi keagamaan, pendidikan, hingga ekonomi. Namun, meski hal ini telah dinyatakan langsung dalam Alquran, dia mengakui belum terhimpun optimal.

“Maka perlu kita buat jejaring penghimpunan zakat sampai ke tingkat terbawah di masyarakat,” katanya. Selain itu, menurut dia perlu inovasi lain agar penghimpunannya maksimal.

“Agar memudahkan muzakki dalam berzakat,” katanya. Saat ini, menurut dia Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah mengembangkan penghimpunan zakat secara digital.

Selain untuk memanfaatkan teknologi, ini dipilih agar penghimpunan zakat mampu menyentuh semua kalangan terutama milenial. “Semoga setiap tahunnya bisa terus meningkat,” katanya.

Hal senadapun diungkapkan oleh Bupati Bandung Dadang Naser, dimana menurutnya zakat sebagai sumber kekuatan ekonomi umat yang harus dikelola dengan baik. “Indonesia mayoritas Islam. Ini sebagai kekuatan kesejahteraan umat,” katanya.

Jika dikelola dengan baik, dia meyakini umat akan sejahtera karena akan menghapus kemiskinan. “Maka umat Islam akan berjaya. Tak ada lagi kemelaratan, kebodohan. Bisa menjamin jenjang sekolah warga yang lebih tinggi,” katanya.

Lebih lanjut, dia berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat mampu mengelola CSR dengan baik demi kesejahteraan masyarakat. Selama ini, menurutnya dana sosial tersebut hanya dibagikan begitu saja.

“Dana CSR bjb saja berpuluh-puluh miliar. Jangan hanya nampung, dibagikan, nampung, dibagikan. Itu akan habis,” katanya.

Dia berharap penggunaan dana tersebut dialokasikan untuk membangun pusat perekonomian rakyat. “Mestinya Pak Gubernur Jawa Barat memanfaatkan CSR Bank bjb untuk membuat pasar induk modern milik Baznas,” katanya.

Pihaknya sudah menyiapkan lahan jika rencana tersebut akan dilakukan. Lahan sudah siap. Ini untuk ekonomi umat,” pungkasnya. (Dens)

Related Articles

Close
Close