PENDIDIKAN

Rita Tila Meriahkan, Malam Anugerah FFBN 2019

SPOL.Bandung,- Rektor ISBI Bandung Een Herdiani mengatakan bahwa penyelenggaraan Festifal Film Budaya Nusantara 2019, secara kuantitas dan kualitas sudah lebih baik jika dibandingkan dengan gelaran event yang sama di tahun kemarin.

” FFBN tahun ini sesuai dengan yang diharapkan panitia, menjadi event tahunan yang semakin berkualitas” ungkap Een dalam sambutannya di malam anugerah FFBN 2019. Sabtu (19/10/2019)

Film dokumenter, ujarnya, menjadi kebanggaan dari segi pendidikan budaya lokal tentang Indonesia menjadi kebanggaan bangsa Indonesia, dan ini sejalan dengan tema FFBN 2019 yakni “Film Budaya, Film Indonesia”.

Een menambahkan, tentunya kegiatan FFBN bisa lebih berkembang dan diminati lagi. Tentunya hal ini juga bisa tidak terlepas dari dukung pusbang film yang senantiasa mendukung kemajuan perfilman di Indonesia. Dalam FFBN 2019 ini, kami memberikan penghargaan lifetime achievement kepada Hernawan, S.Sen., M.Sn., dosen senior ISBI Bnadung.

“Saya ucapkan terima kasih dan selamat kepada para nominator dan pemenang. Salam teriring doa semoga mereka menjadi sineas terkenal di Indonesia yang tidak melupakan budaya lokal” pungkasnya.

Acara FFBN 2019 ini dimeriahkan oleh paduan suara Gita Voice Choir, Dika Trimahardika serta penampilan Rita Tila penyanyi pop Sunda ternama yang berhasil menghangatkan suasana malam anugerah FFBN 2019.

Kegiatan ini merupakan ajang kedua yang dihelat oleh Program Studi (Prodi) Film dan Televisi ISBI Bandung dengan Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbang Film), Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta diketuai oleh Adam Panji Purnama. S.Sn., M.Sn.

Adapun daftar pemenang FFBN tahun 2019:

Film dokumenter kategori umum:

1. Juara pertama, judul film Tomattudangi (Ati Kasnawati, S. IP – Sulawesi Barat)
2. Juara kedua, judul film, Linggih Aksara (Ni Luh Putu Indra Dewi Anjani – Bali)
3. Juara ketiga, judul film, Si Macan Liar (Saepul Jabbar – Sukabumi)

Film dokumenter kategori pelajar:

1. Juara pertama, judul film, Pasur/Pasar Sepur (Sarah Salsabila S – Surabaya).
2. Juara kedua, judul film, Kunta (Bagas Dwi Pamungkas ).
3. Juara ketiga, judul film, Lautze: Di Balik Tembok Merah (Ibara Baiano Lanjare – Jakarta).

Film fiksi kategori pelajar:

1. Juara pertama, judul film, Rempugan (Dewa Ramadhani – Jakarta).
2. Juara kedua, judul film Hasta (Nadila Juwita – Bogor).
3. Juara ketiga, judul film, Rakat (Banjar, Kalsel).

Film fiksi kategori umum:
1. Juara pertama, judul film Topo Pendem (Imam Syafi’i – Jakarta).
2. Juara kedua, judul film, Angkara (Herda Martin – Bali).
3. Juara ketiga, judul film, Rawuh (Medan).

Film terfavorit, judul film, Hikayat Terakhir (Nuansa Picture, Aceh). (Dens)

Related Articles

Close
Close