HUKUM

Sidang Kasus Korupsi PD Pasar Bermartabat Sebut Nama Ridwan Kamil

BANDUNG, SPOL – Mantan Pj Dirut PD Pasar Bermartabat, Andri Salman kembali menjalani sidang lanjutan sebagai terdakwa kasus dugaan korupsi aset deposito senilai Rp. 2,5 M. Dalam sidang yang mengagendakan pemeriksaan saksi ini, Nama Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil, disebut-sebut dalam persidangan. Bahkan, dokumen foto dan berita Ridwan Kamil saat mempromosikan Garam Juara pun diperlihatkan kepada majelis hakim.

“Klien kami ini dalam perkara ini bukan atas nama diri sendiri tapi atas nama Pemerintah Kota Bandung. Makanya saat itu Walikotanya Ridwan Kamil mendukung dan ikut promo dan mensosialisasikan program klien kami yang saat itu menjadi Pj Dirut PD Pasar Bermartabat,” ujar Penasehat Hukum terdakwa Andri Salman, Heri Gunawan kepada wartawan di Pengadilan Tipikor Bandung, Selasa (14/1/2020).

Dijelaskan Heri, foto dokumentasi Wali Kota saat itu Ridwan kamil diperlihatkan dalam sidang yang dipimpin oleh Daryanto pada Senin (13/1/2020) malam. Menurut dia, majelis hakim melihat dan memahami bahwa memang program pengadaan garam tersebut adalah program pemerintah karena saat itu di Kota Bandung sedang dalam krisis garam.
Karena itulah, lanjut Heri, Wali Kota Bandung saat itu Ridwan Kamil mendukungnya.

“Bahkan garam kemasan tersebut juga di branding dengan nama Garam Juara yanh jika dilihat dari namanya saja sudah jelas, nama Garam Juara itu, adalah program Pemkot Bandung untuk mendukung Kota Bandung Juara. Jadi dari mana unsur pribadinya,” tegasnya.

Untuk meyakinkan majelis hakim, penasehat hukum pun memperlihatkan kepada hakim, foto Ridwan Kamil sedang memegang Garam Juara dalam bentuk banner, spanduk dan cuitan di tweeter tertanggal 17 Mei 2017.

“Hakim anggota juga, sempat melihat dan komentar terhadap foto itu, terutama foto dokumentasi Ridwan Kamil saat memegang garam juara,” ujarnya.

Dalam sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum mendakwa terdakwa Andri Salman melakukan tindak pidana korupsi sebesar Rp 2.5 M. Mantan Direktur Umum, Administrasi dan Keuangan merangkap Pj Dirut PD Pasar Bermartabat itu, diduga menggelapkan aset deposito milik PD Pasar Bermartabat ke bank untuk kepentingan pribadi untuk dikerjasamakan dalam bisnis garam.

Untuk bisnis garam seberat 400 ton itu, Andri menyerahkan uang Rp 1,1 M sebelum garam diterima di gudang yang disediakan terdakwa. Uang untuk bisnis garam itu, menggunakan surat berharga yang dikuasai terdakwa.
Surat bilyet deposito itu diserahkan ke BPR Harta Insan Karimah Parahyangan Bandung dan digunakan sebagai jaminan pembiayaan untuk pembayaran pembelian garam antara Andri Salman dengan PT Fast Media Internusa. ***

Related Articles

Close
Close