HUKUM

Sidang Suap Bupati Indramayu, Ungkap Keterlibatan Anggota DPRD Jabar

BANDUNG, SPOL – Pengadilan Tipikor Bandung menggelah sidang perkara suap terhadap Bupati Indramayu nonaktif, Supendi.  Agenda sidang adalah pembacaan dakwaan untuk terdakwa seorang pengusaha konstruksi, Carsa ES.

Dalam dakwaan yang dibacakan Penuntut Umum KPK terungkap bahwa Anggota  DPRD Jabar Abdul Rozak Muslim disebut-sebut menerima suap Rp 8,5 miliar bersama dengan Bupati Indramayu Supendi dari Carsa ES Direktur CV ARP. Namun hingga kini belum dijadikan tersangka.

Salah seorang Penuntut Umum (PU) KPK Budi Nugraha menyebutkan, pihaknya belum bisa berbicara banyak mengenai Abdul Rozaq Muslim yang juga menerima suap dari Carsa dan disebutkan dalam dakwaan.

“Hari ini agendanya baru pembacaan dakwaan. Kami penuntut umum belum bisa memberikan tanggapan,” ujar jaksa KPK Budi Nugraha seusai sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (30/12/2019).

Kendati begitu, Budi mengaku akan melihat perkembangan di persidangan nanti. Pihaknya hanya membacakan dakwaan, nanti jika ada bukti baru kemungkinan besar akan didalami penyidik.

“Kita lihat perkembangan (di persidangan) nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Jurnalis Hukum Bandung (JHB) menyoroti dan menyangkan anggota DPRD Jabar Abdul Rozaq Muslim yang hingga kini masih bebas. Padahal dia menerima uang suap paling besar dibanding Bupati Indramayu Supendi.

Ketua JHB Suyono Widik meminta agar penegak hukum tidak tebang pilih dalam menetapkan seseorang menjadi tersangka, khususnya dalam kasus suap Bupati Indramayu nonaktif Supendi.

“Dalam dakwaan Carsa ES (penyuap Bupati Indramayu) disebutkan, anggota DPRD Jabar Abdul Rozaq Muslim menerima Rp 8,5 miliar lebih dari terdakwa. Sangat disayangkan hingga kini dia belum dijadikan tersangka,” katanya di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (30/12/2019).

Padahal, lanjutnya, jika dibandingkan dengan tiga tersangka lainnya, yakni Supendi, Kadis PUPR Omarsyah dan Kabid PUPR Wempi Triyoso. Abdul Rozak menerima suap paling besar dari terdakwa.

“Dalam dakwaan sudah jelas. Dia diberikan uang agar membantu terdakwa dalam proses penganggaran proyek di Indaramayu yang bersumber dari bantuan provinsi (Banprov),” tegasnya.

JHB berharap agar aparat penegak hukum berlaku adil dalam setiap proses penegakan hukum. Setiap orang yang menerima uang dan merugikan negara agar diproses demi hukum.
Seperti diketahui dalam sidang dakwaan disebutkan, untuk mendapatkan proyek di Pemkab Indramayu, Carsa ES tak hanya menyuap Bupati Indramayu Supendi. Bahkan, anggota DPRD Jabar Abdul Rozaq Muslim ikut menikmati uang suap dari Direktur CV ARP dengan nilai fantastis, yakni senilai rp 8,5 miliar. ***

Related Articles

Close
Close