PENDIDIKAN

Universitas Widyatama Raih Medali Perak Dalam PECIPTA 2019 di Malaysia

SPOL.Bandung,- Paper berjudul 
Ezcybercrime Detection and Respone Mobile Apps For Smartphone mengantarkan Universitas Widyatama meraih mendali perak dalam ajang International Conference and Exposition on Inventions by Institutions of Higher Learning (PECIPTA 2019) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Malaysia.

Menurut Rektor Universitas Widyatama, Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga, M.Si persaingan dalam PECIPTA 2019 ini bisa dikatakan sangat berat, mengingat peserta yang ikut dalam kompetisi dari berbagai negara diantaranya Brunei, Malaysia, USA, UK dan lain-lain.

“PECIPTA ini merupakan salah satu kegiatan yang bergengsi di Malaysia yang diikuti oleh 700 peserta dari berbagai institusi Pendidikan Tinggi dan Industri di Malaysia serta negara mitra, dan dikunjungi oleh 10,622 orang” ungkap Prof. Obi (Sapaan akrab Prof. Obsatar Sinaga) kepada wartawan dalam konprensi pers raihan prestasi Universitas Widyatama. Jumat (11/10/2019)

Dalam kompetisi ini, ungkapnya, Universitas Widyatama di wakili oleh Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga, M.Si., Djoko Roespinoedji, SE., Pg.Dip., dan Prof. Dr. Mohd. Haizam bin Mohd. Saudi dengan mengajukan paper tentang “Ezcybercrime Detection and Respone Mobile Apps For Smartphone dan meraih mendali perak dalam kompetisi tersebut.

“Setelah meraih tempat kedua di PECIPTA 2019, karya ini akan diikutsertakan pada kompetisi internasional yang diadakan di Korea pada November mendatang” ungkapnya.

Lebih jauh Prof. Obi mengatakan, penelitian ini berupaya memberi solusi atas kejahatan siber yang saat ini banyak dilakukan dengan mengeksploitasi media sosial. Jika di waktu sebelumnya doktrin paham radikal yang mendorong kekerasan dilakukan pertemuan tatap muka, kini sudah dilakukan melalui media sosial. Sementara upaya pemerintah hanya dengan menutup webnya. Padahal orang bisa dengan mudah membuat lagi.

“Penelitian ini membuat aplikasi telefon pintar yang mampu mendeteksi dan merespons kejahatan siber” tegasnya.

Prof. Obi berharap prestasi ini bisa memotivasi dosen Widyatama lainnya agar bisa menorehkan prestasi di tingkat internasional. “Selama ini kita dorong, dan ternyata bisa kan berprestasi di tingkat internasional,” Pungkasnya. (Deny)

Related Articles

Close
Close