JAWA BARAT

Wagub Apresiasi Komitmen Hino Indonesia dalam Pengembangan SDM Jabar

SPOL.Purwakarta,- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengapresiasi upaya PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Jabar, khususnya di Kab. Purwakarta.

Pada Sabtu (18/1/20), PT HMMI memberikan alat peraga kepada SMK Taruna Sakti di Kab. Purwakarta. Pemberian alat peraga ini merupakan bagian dari CSR HMMI untuk pengembangan SDM sekaligus mendukung program pendidikan vokasi, yakni link and match antara SMK dengan industri.

“Kami ucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Hino Indonesia, atas pemberian alat praktik yang diberikan. Ini sebagai bentuk perhatian kepada sekolah SMK yang ada di Jawa Barat,” kata Uu.

“Atas nama Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat kami ucapkan hatur nuhun,” tambahnya.

Menurut Uu, pemberian alat peraga tersebut menjadi bagian dari upaya Hino Indonesia untuk mendorong pendidikan vokasi di SMK yang ada di Jabar. Terlebih pendidikan vokasi merupakan program keahlian untuk link and match antara pendidikan dengan industri yang telah dicanangkan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (RI).

Uu menambahkan, pemberian alat peraga tersebut akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan keahlian siswa SMK Taruna Sakti.

“Kami menyadari menghadirkan alat untuk praktik sangat sulit apalagi di SMK swasta, karena sangat mahal alat-alat tersebut. Bantuan dari PT Hino ini saya harap akan memberikan manfaat,” ucapnya.

“Oleh karena itu, saya minta kepada SMK Taruna Sakti merawat bantuan yang diberikan, supaya dalam menggunakannya bisa dilakukan dengan baik, lakukan pemeliharaan yang baik. Juga harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, sehingga siswa bisa memahami apa yang dipelajari di kelas dan bisa dipraktikan di luar kelas (dunia kerja),” imbuhnya.

Untuk itu, alat praktik bongkar pasang tersebut akan dipergunakan sebagai sarana penunjang proses belajar mengajar siswa, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan para siswa yang andal dan siap untuk berkontribusi pada kemajuan Kab. Purwakarta.

Presiden Direktur HMMI Kazushi Ehara, dalam sambutannya, mengatakan bahwa pihaknya mendukung program vokasi link and match dari Kementerian Perindustrian yang melibatkan dunia industri dengan pendidikan SMK.

“Hino Indonesia mendukung program pendidikan vokasi link and match dari Kementerian Perindustrian yang melibatkan dunia industri dengan Sekolah Menengah Kejuruan, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia terutama di area industri 4.0, serta menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk memacu produktivitas dan daya saing industri nasional,” katanya.

“Kendaraan Hino yang lahir dari tangan putra-putri Purwakarta telah diekspor ke sembilan negara di dunia,” pungkasnya. (Rls)

Pemda Provinsi Jabar Tengah Kembangkan Aplikasi Layanan Kesehatan

SPOL.Bandung,- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar tengah mengembangkan aplikasi layanan kesehatan. Nantinya, masyarakat Jabar dapat konsultasi masalah kesehatan melalui aplikasi, yang rencananya, bernama ADA.

“Kita akan testing 4.0 untuk kesehatan, yaitu aplikasi tanya-jawab bagi orang yang sakit. Namanya ADA,” kata Emil –sapaan Ridwan Kamil– saat memberikan sambutan dalam Seminar Kesehatan Nasional Promosi Kesehatan dengan Tema ‘Preparing Golden Period for Healthy Generation in The 4.0 Era’ di Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (18/01/20).

Menurut Emil, aplikasi tersebut masih dalam tahap penyempurnaan, khususnya mengonversikan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. “Dan kedepannya kita konversi juga ke bahasa Sunda karena orang sakit di kampung kadang-kadang susah bercerita dalam bahasa Indonesia,” ucapnya.

“Misalkan, dalam aplikasi ADA ini warga bertanya keluhan kesehatannya, kemudian aplikasinya menjawab, apa yang anda rasakan, sakit kepala, nanti aplikasinya nanya lagi kiri atau kanan, terus sampai akhirnya aplikasi ini akan menjawab sakitnya apa dan obat yang disarankan,” tambahnya.

Emil berharap, konsep yang sudah diterapkan di sejumlah negara maju tersebut akan memudahkan masyarakat dalam menerima layanan kesehatan. Dia pun menyatakan, itu merupakan salah satu inovasi Pemda Provinsi Jabar dalam melayani masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.

“Sampai suatu hari konsep yang sudah ada di negara maju ini membuat orang tidak perlu harus ke dokter karena seringkali kekurangan pengetahuan dasar membuat kita dikit-dikit ke dokter,” katanya.

“Inilah inovasi Jabar menggunakan kemajuan teknologi hari ini untuk melayani masyarakat supaya kita hidup lebih baik dari sisi kesehatan.”

“Saya kira ini akan mengurangi beban BPJS kesehatan yang selama ini jebol dan menjadi masalah sampai harus dinaikkan anggarannya karena setelah diamati sedikit-sedikit ke RS akhirnya antriannya banyak,” pungkasnya. (Rls)

Related Articles

Close
Close