EKONOMI

Industri Alkes dan Pelaku UKM Jamu Mampu Bertahan di Masa Pandemi Covid-19

SPOL.Bandung,- Tidak semua industri dimasa pandemi covid-19 mengalami kelesuan produksi, satu diantaranya adalah industri yang bergerak di bidang kesehatan yang mengalami kemajuan pesat.

“Di Jawa Barat sendiri, industri pembuatan alat kesehatan seperti alat pelindung diri untuk menanganan Covid-19, laju usahanya kian kencang” Ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Arifin Soedjayana dalam konferensi pers di Gedung Sate Bandung. Rabu (03/06/2020)

Saat ini, ungkapnya, Kesadaran masyarakat akan kesehatan dan perlindungan diri yang semakin meningkat pasca pandemi. Hal ini menjadi salah satu pemicunya.

Baca juga:   Melalui Pemkot Bandung, PLN UID Jabar Salurkan Ribuan Sembako

“oleh karena itu kami bersama dinas kesehatan jabar dan dinas terkait lainnya sudah menyusun rencana untuk mengembangkan industri kesehatan di Jawa Barat” terangnya.

Lebih jauh Arifin mengatakan, pengembangan industri di bidang kesehatan ini, selain akan mengurangi angka pengangguran akibat Covid-19, juga menambah keragaman dan penguatan industri kesehatan yang semakin menjanjikan di Jawa Barat.

“Ada perusahaan yang bisa membuat alat pelindung diri yang kalau dipakai tidak akan kegerahan. Kemudian bisa dicuci dan dipakai ulang sampai 30 kali, bahkan kualitasnya sudah diuji oleh ITB. Ada efisiensi harga juga sehingga lebih murah. Inovasi-inovasi di bidang industri kesehatan ini terus bermunculan,” Ujarnya.

Baca juga:   Dukung Program Pemdaprov Jabar, Bulog Divre Jabar Siap Stabilkan Harga Gula Pasir

Lebih jauh Arifin mengatakan, peluang lainnya di bidang kesehatan adalah industri kecil dan menengah di bidang jamu atau suplemen makanan.

Meskipun industri kecil dan menengah kewenangannya ada di tingkat kabupaten dan kota, katanya, namun hal ini pun menjadi perhatian dari Provinsi.

“Orang-orang sudah mulai melirik produk jamu dan suplemen untuk menambah kebugaran, untuk lansia atau anak. Ini bukan industri obat ya, tapi lebih ke industri herbal. Inilah yang kita buat nanti bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan setidaknya penyuluhan terkait dengan industri kesehatan kepada pengusaha,” ujarnya.

Baca juga:   Weekend Market di BIJB Angkat Ragam Budaya Ciayumajakuning

Saat ini, ungkapnya, kami belum mendapat data mengenai industri kesehatan seperti ini yang sudah ada di Jabar karena berskala industri kecil dan menengah.

“Namun, dapat dipastikan peningkatan produksi di industri kesehatan ini bisa meningkat antara 100 hingga 200 persen” pungkasnya. (dens)

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Close