PENDIDIKAN

Ini Langkah USB YPKP Hadapi Tantangan Pendidikan di Era New Normal

SPOL.Bandung,- Ada tantangan tersendiri bagi pengelola Perguruan Tinggi (PT) dalam melaksanakan pendidikan di era new normal saat ini. Satu diantaranya adalah proses pendidikan (perkulihan) yang diberikan secara daring.

“Hal ini menjadi tantangan bari pimpinan PT, maka yang pertama kami lakukan adalah memberikan edukasi tambahan terutama tentang pemahaman IT” Ujar Rektor USB YPKP Bandung, Dr. Asep Effendi dalam Webbinar Kependikan dengan tema “implementasi normal baru dunia pendidikan antara tantangan dan harapan” Kamis (11/06/2020)

Hal ini, menurutnya, perlu dilakukan mengingat penyelenggaraan pendidikan di era education 4.0 hanya dapat diimbangi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang menguasai teknologi digital. Artinya, disini penyelenggara pendidikan perlu mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kompetisi IT, baik untuk tenaga pendidik (dosen) maupun untuk tenaga pendukung kependidikan (karyawan).

Baca juga:   Akademisi Diminta Ikut Berkolaborasi dalam Mewujudkan Visi Jabar Juara Lahir dan Batin

“Hal ini untuk menjembatani kelompok yang memang sudah suport akan teknologi digital dan kelompok yang kurang suport akan teknologi digital” Ujarnya.

Tantangan kedua yang dihadapi, ungkap Asep, bagaimana memanfaatkan bangunan atau ruangan yang kurang produktif selama perkuliahan dilakukan secara daring sehingga bisa memberikan nilai tambah.

“Dulu PT berlomba dengan bangunan megah dan mewah dan segala fasilitas pendukungnya, hari ini bangunan dan kelas menjadi kosong dan ini menjadi tantangan bagi kami agar memiliki nilai tambah yang lain” tegasnya.

Baca juga:   Uu Ruzhanul Ajak Lulusan Perguruan Tinggi Bangun Jabar

Bisa saja kedepan, bangunan atau ruangan yang kurang produktif dialihfungsikan menjadi lahan usaha yang dapat menghasilkan, seperti membuat kerjasama dengan investor agar bangunan tersebut menambah nilai tambah bagi kampus baik dari sisi bisnis maupun implementasi atau paktek dari mahasiswa yang ingin terjun langsung untuk berbisnis.

Lebih jauh asep mengatakan, metode pembajaran pun harus dikembangakan. Hal ini, tegasnya, perlu dilakukan agar pola komunikasi efektif dan efisien bisa dilakukan dengan tujuan meningkatkan softskill berkualitas.

“Meski proses pembelajaran ditengah pandemi covid-19, namun output yang dihasilkan harus tetap unggul dan berkualitas” Tegasnya.

Baca juga:   Masuk Dalam Jajaran Peneliti Terbaik, Ini Harapan Rektor Tel-U Prof. Adiwijaya

Asep menambahkan, belajar dari situasi saat ini pola manajerial tentunya menjadi sebuah acuan atau patokan sebuah keberhasilan dalam penyelenggaraan pendidikan. Sehingga, ke depan mungkin tidak lagi diperlukan inventasi yang besar untuk bangunan tapi di alihkan investasinya untuk membangun teknologi digital. sehingga hal ini bisa menjadi pondasi yang baik saat sistem mulai dibangun dengan standar kerja berbasis teknlogi.

“Saat ini kita tidak bisa berinteraksi langsung, tapi sudah menggunakan teknologi digital sehingga investasi pun bergesar untuk membangun infrastruktur IT untuk mendukung standar kerja berbasis teknologi” Pungkasnya. (dens)

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Close