EKONOMILEGISLATIFNASIONAL

Dana Insentif Nakes Masih Tersendat, Ini Upaya Percepatan dari DPR RI

SPOL.Bandung,– Untuk membantu pengadaan alat Ventilator dan high flow nasal cannula disejumlah Rumah Sakit. Anggota DPR RI memberikan bantuan alat untuk sejumlah Rumah Sakit yang ada di Jawa Barat.

“Bantuan ventilator ini merupakan bantuan dari Kemenkes, yang difasilitasi oleh ibu Dewi Asmara di komisi IX.” Ujar Anggota DPR RI Dapil Jabar 1, Nurul Arifin usai acara penyerahan bantuan alat kesehatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Sabtu (3/4/2021)

Bantuan alat kesehatan ini, ujar Nurul, diberikan untuk beberapa Rumah Sakit seperti RS hasan Sadikin mendapat 1 unit dan RS Cibabat 1 unit.

Baca juga:   Petani Kita Makin Susah

“Masing – masing mendapatkan 1 ventilator dan 1 alat high flow nasal cannula ” ujar politisi partai Golkar dari Dapil Jabar 1 tersebut.

Nurul mengatakan, alat ini sangat dibutuhkan apalagi saat pandemi covid 19 seperti sekarang ini yang masih berlangsung.

“Saya berharap, alat kesehatan ini bisa digunakan semaksimal mungkin namun tetap dengan operasional yang baik begitupun maintenance nya.” Ujarnya.

Nurul menambahkan, terkait dengan insentif bagi para tenaga kesehatan (nakes) yang masih belum sepenuhnya terealisasikan.
Kami akan mendorong pemerintah supaya cepat direalisasika karena anggarannya sudah ada, kenapa distribusi nya bisa sampai terlambat, terlambat itu dimana, itu yang mau kita klarifikasi kepemerintah.

Baca juga:   3 Polres di Papua Masuk Zona Merah Gangguan KKB, Ini Solusi Kapolda Papua

“Hak mereka (nakes) tidak bisa di pending-pending lagi karena mereka yang berhak, apalagi mereka bertarung dengan mempertaruhkan jiwanya sendiri” tegasnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, anggota komisi IX DPR RI, Dewi Asmara menegaskan permasalahan
insentif nakes banyak yang belum selesai.

“Saya yakin banyak yang belum beres, kita di DPR tidak bosan-bosannya meneruskan itu, karena kita di DPR juga tidak diam hutang pemerintah kepada tenaga nakes InsyaAllah adanya april, apakah April di bayar atau April ini selesai di inventarisasi” ujar politisi partai golkar ini.

Baca juga:   Banyak yang Ngeyel, Semua Harus Proaktif Sosialisasikan Tidak Mudik

Ia menambahkan, pada prinsipnya dana insentif itu memang ada dan masuk untuk jadi anggaran. Karena itu akan di keluarkan keputusan khusus sebab kalau di anggaran 2021 itu tidak ada.

“karena tidak ada di mata anggaran jadi harus keluar SK Khusus. Tapi saya bisa meyakinkan kepada bapak dan ibu kami sedang memperjuangkan” tandasnya.

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Close